Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 17.08 WIB

Mantan Wasit Kecam FIFA soal Kontroversi VAR di Laga Swiss vs Qatar

Granit Xhaka memimpin ambisi Swiss untuk menembus perempat final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. (Instagram @granitxhaka)

JawaPos.com - Pertandingan pembuka Grup B Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Qatar menghadirkan drama hingga menit akhir. Sundulan Boualem Khoukhi pada masa injury time menyelamatkan tuan rumah Piala Dunia 2022 dari kekalahan dan memaksa laga berakhir imbang 1-1.

Namun, jauh sebelum gol penyeimbang tersebut tercipta, perhatian publik sudah lebih dulu tertuju pada keputusan kontroversial yang melibatkan VAR pada menit ke-17.

Penalti Swiss Picu Perdebatan

Melansir Give Me Sport, insiden bermula ketika Remo Freuler menerima bola sundulan di dalam kotak penalti dan berusaha mengangkat bola melewati kiper Qatar, Mahmud Abunada. Kontak yang terjadi membuat keduanya terjatuh, dan wasit asal Honduras, Hector Said Martinez, tanpa ragu menunjuk titik putih.

Mantan wasit FIFA Keith Hackett menilai gol penalti Swiss ke gawang Qatar seharusnya dianulir karena offside. Kontroversi VAR pun memicu kritik terhadap transparansi FIFA. (Instagram/@football_today_yt)

Breel Embolo kemudian sukses mengeksekusi penalti untuk membawa Swiss unggul.

Masalah muncul ketika tayangan ulang memperlihatkan Freuler diduga berada dalam posisi offside sebelum insiden pelanggaran terjadi. VAR pun melakukan pemeriksaan, tetapi tidak ada grafik atau garis offside semi-otomatis yang ditampilkan kepada penonton.

Setelah beberapa saat, keputusan penalti tetap disahkan dan pertandingan berlanjut.

Gary Neville dan Ian Wright Murka

Kurangnya transparansi dalam proses pemeriksaan tersebut membuat banyak pihak geram.

Gary Neville menjadi salah satu sosok yang paling vokal. Mantan bek Manchester United itu mempertanyakan alasan FIFA tidak memperlihatkan bukti visual kepada publik.

"Mereka punya bukti keputusan otomatis itu — mengapa mereka tidak menunjukkannya kepada kita?" kata Neville, yang bahkan membandingkan sikap FIFA dengan "kediktatoran".

Legenda Arsenal, Ian Wright, juga melontarkan kritik tajam dan menyebut minimnya transparansi tersebut sebagai sesuatu yang "memalukan".

Sementara komentator ITV, Lee Dixon, mengaku yakin keputusan itu akan dibatalkan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore