Hasil imbang 1-1 melawan Maroko mengungkap sejumlah masalah yang harus segera dibenahi Carlo Ancelotti jika Brasil ingin mewujudkan ambisi meraih gelar Piala Dunia keenam di 2026. (Instagram/@mrancelotti)
JawaPos.com - Brasil gagal mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Maroko di Stadion MetLife, New Jersey.
Meski berhasil menghindari kekalahan berkat gol indah Vinicius Junior, pertandingan tersebut memperlihatkan beberapa persoalan yang harus segera diselesaikan Carlo Ancelotti.
Maroko tampil lebih agresif dan sempat membuat Selecao berada dalam tekanan sepanjang babak pertama.
Baca Juga:Mengapa Carlo Ancelotti Lebih Memilih Igor Thiago Ketimbang Endrick di Laga Pembuka Piala Dunia?
Melansir Sports Illustrated, berikut tiga masalah utama yang menjadi perhatian setelah laga tersebut.
Brasil terlihat belum siap ketika peluit awal dibunyikan. Maroko langsung mengambil inisiatif permainan dan mendominasi penguasaan bola pada 10 menit pertama, sekaligus memaksa Selecao lebih banyak bertahan.
Tim asuhan Walid Regragui berulang kali menyerang sisi kiri pertahanan Brasil yang ditempati Douglas Santos. Selain itu, celah di lini tengah juga dimanfaatkan dengan baik oleh Singa Atlas.
Baca Juga:Zlatan Ibrahimovic Puji Kepemimpinan Carlo Ancelotti: Dia Seorang Manajer, Bukan Sekadar Pelatih
Gol Ismael Saibari pada menit ke-21 menjadi bukti nyata rapuhnya organisasi permainan Brasil. Brahim Diaz mendapatkan terlalu banyak ruang untuk mengirim umpan terobosan, sementara Gabriel dan Marquinhos gagal mengantisipasi pergerakan Saibari.
Jika ingin benar-benar bersaing memperebutkan gelar juara, Brasil tidak bisa terus membiarkan lawan mendikte jalannya pertandingan sejak menit awal. Ancelotti harus menemukan cara agar timnya lebih siap dan mampu mengendalikan tempo permainan.
Ketika permainan kolektif Brasil belum berjalan maksimal, kualitas individu Vinicius Junior kembali menjadi penyelamat.
Pada menit ke-32, bintang Real Madrid itu mencetak gol spektakuler yang mengubah arah pertandingan. Gol tersebut bukan hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga membangkitkan kepercayaan diri para pemain Brasil.
Namun, situasi ini sekaligus memunculkan pertanyaan besar: seberapa jauh Brasil bergantung pada kecemerlangan individu?
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022