
Budaya unik suporter Timnas Jepang bersih-bersih tribun usai laga. (@FIFAcom/X)
JawaPos.com - Suporter tim nasional Jepang terlihat membersihkan area tribun stadion setelah laga sengit antara Jepang melawan Belanda yang berakhir imbang 2-2 di AT&T Stadium, Dallas. Beberapa menit setelah Daichi Kamada mencetak gol penyeimbang yang memastikan Jepang meraih satu poin pada laga pembuka mereka, para suporter terlihat tetap bertahan di tribun.
Alih-alih langsung meninggalkan stadion, para suporter Timnas Jepang justru sibuk memunguti sampah di sekitar tempat duduk masing-masing. Para suporter mengumpulkan sampah menggunakan kantong plastik besar yang telah mereka siapkan sebelumnya dan memastikan area tribun tetap bersih sebelum ditinggalkan.
Aksi bersih-bersih tribun itu bukanlah hal baru. Suporter Jepang pertama kali menarik perhatian global atas kebiasaan serupa pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Saat itu, meski Timnas Jepang tersingkir secara dramatis oleh Belgia di babak 16 besar, para suporter tetap membersihkan stadion usai laga.
Baca Juga:Prediksi Skor Belgia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Misi Pembuktian Raja Mesir Mohamed Salah
Tidak hanya suporter, para pemain Jepang saat itu juga menunjukkan sikap yang sama. Setelah pertandingan, ruang ganti mereka ditemukan dalam kondisi sangat rapi, lengkap dengan catatan tulisan tangan bertuliskan terima kasih dalam bahasa Rusia. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika Jepang berhasil keluar sebagai juara Grup E usai mengalahkan Jerman dan Spanyol.
Dilansir dari The Athletic, seorang pendukung Jepang yang berbasis di New York Kayo Kita menjelaskan bahwa sikap itu merupakan bagian dari budaya. Kayo menegaskan bahwa suporter Jepang tidak hanya datang untuk mendukung tim, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan rasa hormat.
“Kami menjadi teman dengan para pendukung Meksiko. Tentu saja, kami saling bertarung di lapangan, tetapi kami juga menjalin hubungan dengan lawan kami,” ujarnya. Kayo juga menambahkan bahwa dalam beberapa kesempatan, suporter Jepang bahkan menjalin hubungan baik dengan pendukung tim lawan.
Meskipun demikian, Kayo menekankan bahwa para suporter Jepang tidak ingin dikenal hanya karena kebiasaan membersihkan stadion. Menurutnya, tujuan utama mereka tetap untuk mendukung tim meraih kemenangan. “Kami tidak ingin para pendukung kami berpikir bahwa mereka hanya datang untuk membersihkan stadion. Kami datang untuk memenangkan pertandingan, Anda tahu? Saya tidak ingin suporter Jepang hanya terkenal karena itu,” tambah Kayo.
Sebelumnya, pelatih Timnas Jepang Hajime Moriyasu juga menyatakan bahwa kebiasaan tersebut merupakan hal yang wajar bagi masyarakat Jepang. “Ketika Anda meninggalkan suatu tempat, Anda harus membuatnya lebih bersih dari sebelumnya,” ujarnya.
Aksi itu pun mendapat pujian dari FIFA yang menyebut tata karma mereka sempurna dengan mengunggah foto para suporter. “Setelah hasil imbang luar biasa 2-2 melawan Belanda, para pendukung Samurai Biru sekali lagi menunjukkan tata krama mereka yang sempurna dengan membersihkan tribun sebelum meninggalkan Stadion Dallas,” tulis FIFA di X (dulu Twitter).
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
