
Skuad timnas Jepang. (Dok. Japan Football Association)
JawaPos.com - Penampilan gelandang Timnas Jepang Keito Nakamura menjadi perbincangan hangat di media sosial X. Bukan karena gol atau assist yang dia ciptakan, melainkan karena penampilannya yang dianggap tidak biasa saat berlaga di ajang Piala Dunia 2026.
Sejumlah netizen di Eropa mempertanyakan apakah pemain timnas Jepang berusia 25 tahun itu benar-benar menggunakan pelindung kaki atau shin guard saat bertanding di piala dunia. Mereka juga menyinggung ketegasan FIFA dan International Football Association Board (IFAB) dalam menerapkan aturan perlengkapan pemain di lapangan.
Perdebatan muncul karena Keito Nakamura terlihat mengenakan kaos kaki yang jauh lebih pendek dibandingkan mayoritas pesepak bola profesional lainnya. Dari kejauhan, kaki bagian bawah pemain timnas Jepang tersebut tampak nyaris tanpa perlindungan, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.
Gaya tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi Nakamura. Saat membela klub Prancis, Stade de Reims, dia juga kerap tampil dengan kaos kaki pendek yang menjadi ciri khasnya.
Penampilan unik itu sudah beberapa kali menarik perhatian penggemar sepak bola sejak dirinya berkarir di kompetisi Eropa. Meski begitu, banyak pihak yang kemudian memberikan klarifikasi terkait polemik tersebut.
Beberapa pengamat dan penggemar menjelaskan bahwa Nakamura tetap menggunakan shin guard sesuai aturan yang berlaku. Hanya saja, ukuran pelindung kaki yang dipakai disebut jauh lebih kecil dibandingkan standar yang lazim digunakan pemain lain.
Pelindung tersebut dikabarkan ditempatkan di balik kaos kaki pendeknya sehingga tidak terlalu terlihat dari luar. Karena ukurannya yang minimalis, banyak penonton yang mengira Nakamura bermain tanpa perlindungan sama sekali.
Dalam Laws of the Game yang diterbitkan IFAB, pemain memang diwajibkan menggunakan shin guard saat pertandingan resmi. Namun, regulasi tersebut tidak secara rinci mengatur ukuran minimum pelindung kaki yang harus digunakan.
Selama perlengkapan tersebut memenuhi ketentuan dasar dan dianggap memberikan perlindungan yang memadai, pemain tetap diperbolehkan tampil di lapangan. Fenomena penggunaan shin guard berukuran kecil sebenarnya bukan hal asing dalam sepak bola modern.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022