
Romelu Lukaku jadi super sub Belgia kontra Mesir di Piala Dunia 2026. (@PFA/X).
JawaPos.com - Pertandingan yang semula diprediksi akan menjadi panggung duel antara Mohamed Salah dan Kevin De Bruyne justru dicuri oleh penampilan apik Romelu Lukaku. Atlet Belgia berusia 33 tahun itu tuai pujian saat Belgia tahan imbang Mesir dalam laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium (Lumen Field) pada Selasa (16/6).
Mesir tampil solid sejak awal laga. Mohamed Salah menjadi pusat perhatian saat memimpin timnya di hari ulang tahunnya yang ke-34. Meski tidak tampil dalam performa terbaik, peran Salah tetap krusial dalam membangun serangan.
Mesir berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-21 lewat gol Emam Ashour yang tercipta berkat umpan matang dari Salah. Sepanjang babak pertama, Mesir terus memberikan tekanan. Mostafa Zico dan Omar Marmoush beberapa kali memaksa kiper Belgia Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting. Belgia sendiri kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Memasuki babak kedua, Belgia mulai meningkatkan intensitas serangan. Kevin De Bruyne sempat hampir menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas yang membentur tiang gawang. Namun, momen itu tidak berbuah gol. Belgia tampak kesulitan membongkar pertahanan solid Mesir sepanjang pertandingan.
Kebuntuan pun baru terpecahkan setelah masuknya Lukaku di babak kedua. Hanya 23 detik setelah diturunkan, striker veteran itu langsung memberikan dampak signifikan meski tanpa menyentuh bola. Pergerakan cerdas Lukaku di antara dua pemain bertahan memaksa Mohamed Hany melakukan kesalahan yang berujung gol bunuh diri. Belgia akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Dilansir dari ESPN, pelatih Belgia Rudi Garcia sebelumnya menyebut kondisi Lukaku belum ideal jelang turnamen. Namun, keputusan memasukkan sang pemain terbukti tepat dan berbuah hasil penting bagi timnya. Menariknya, baik Salah maupun De Bruyne ditarik keluar saat pertandingan masih berlangsung ketat. Pergantian itu terasa simbolis, seolah menandai pergeseran peran dari dua bintang utama kepada sosok lain, yakni Lukaku.
Meski sempat diragukan tampil di turnamen akibat musim yang sulit bersama Napoli dan hanya bermain selama 69 menit karena cedera, Lukaku membuktikan pengalamannya masih sangat berharga. Kehadiran Lukaku memberikan dimensi baru dalam serangan Belgia.
Garcia mengaku bahwa Lukaku belum siap bermain penuh sejak awal pertandingan. Namun, sang pelatih membuka kemungkinan sang pemain akan terus dimaksimalkan sebagai super sub.
“Dia belum bisa menjadi starter. Namun, jika ia bisa masuk dari bangku cadangan dan memberikan dampak seperti ini, itu sangat positif. Bagi bek lawan, melihatnya masuk tentu menjadi ancaman besar,” ujar Garcia.
Hasil imbang ini menjadi peringatan bagi Belgia yang tampil kurang meyakinkan meski dihuni generasi emas. Garcia menegaskan timnya wajib meraih kemenangan pada laga berikutnya melawan Iran jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022