
Son Heung-min memimpin timnas Korea Selatan menghadapi Ceko pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Estadio Akron, Zapopan. (KFA)
JawaPos.com - Korea Selatan tengah menghadapi konflik internal serius di Piala Dunia 2026. Hubungan antara tim nasional dan rombongan media lokal Korea Selatan mengalami keretakan setelah salah satu reporter menyinggung masalah wajib militer (wamil) Son Heung-min. Hal itu lalu memicu aksi boikot media oleh para pemain hingga berujung pada pengunduran diri pejabat penting dari delegasi pers.
Konflik itu berawal di kamp latihan tim di Guadalajara, Meksiko, menjelang laga pembuka Grup A. Situasi memanas setelah insiden mikrofon bocor yang secara tidak sengaja merekam sejumlah jurnalis Korea Selatan melontarkan komentar bernada merendahkan terhadap kapten tim, Son Heung-min.
Dalam rekaman itu, terdengar seorang reporter mengejek Son dengan mengatakan bahwa sang pemain tidak benar-benar menjalani wajib militer. Pernyataan itu merujuk pada fakta bahwa Son hanya menjalani pelatihan dasar selama tiga minggu, setelah memperoleh pengecualian wajib militer selama 21 bulan berkat keberhasilannya membawa Korea Selatan meraih medali emas Asian Games 2018.
Baca Juga:Mohamed Salah Dikritik Usai Tertangkap Kamera Marah kepada Pelatih Mesir di Piala Dunia 2026
Dampak dari insiden itu langsung terasa di dalam skuad. Para pemain Korea Selatan menunjukkan solidaritas kepada Son dengan melakukan boikot terhadap media. Setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Ceko, Son yang biasanya selalu melayani wawancara memilih menolak berbicara kepada media dan hanya memberikan salam singkat sebelum meninggalkan area mixed zone.
Aksi boikot itu berlanjut ketika wawancara individu dengan gelandang Hwang In-beom yang tampil gemilang dengan satu gol dan satu asis dibatalkan secara mendadak. Meski alasan resmi disebut karena masalah jadwal, sumber internal yang dilansir dari Football Asian memastikan keputusan itu merupakan bentuk penolakan dari para pemain.
Federasi Sepak Bola Korea (KFA) pun mengambil langkah tegas dengan membatasi interaksi antara pemain dan media. Sebuah media lokal bahkan diminta menarik kembali wawancara santai dengan Lee Dong-gyeong yang dilakukan saat hari istirahat tim dan permintaan tersebut dipatuhi.
Pada Seni (15/6) waktu Korea, KFA juga merilis pernyataan resmi yang menyampaikan penyesalan mendalam atas penggunaan bahasa yang dianggap tidak pantas oleh sejumlah awak media. Federasi menilai pernyataan itu telah memberikan kekecewaan besar bagi para pemain, serta menuntut sikap yang lebih bertanggung jawab dan saling menghormati ke depannya.
Konflik semakin dalam setelah sekretaris delegasi pers Piala Dunia Korea Selatan memutuskan mengundurkan diri dan mengaku bertanggung jawab atas pelanggaran etika itu. Sementara itu, Jesus Bernal dari ESPN Meksiko mengungkapkan bahwa dalam sebuah konferensi pers di fasilitas latihan Chivas, seluruh jurnalis asing diminta keluar ruangan sebelum pejabat KFA memberikan teguran keras secara tertutup kepada media Korea Selatan.
Timnas Korea Selatan sendiri saat ini menduduki posisi kedua klasemen sementara grup A dan akan kembali bertanding pada Jumat (19/6), melawan Meksiko. Setelah itu, tim asuhan Hong Myung-bo itu akan menutup laga grup A dengan melawan Afrika Selatan pada 25 Juni.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022