
Peter Schmeichel kritik Roberto Martinez setelah Portugal imbang 1-1 vs DR Kongo di Piala Dunia 2026. (Boots Hearingcare/PA)
JawaPos.com - Legenda Manchester United dan timnas Denmark Peter Schmeichel sampaikan kritik tajam kepada Roberto Martinez setelah timnas Portugal gagal meraih kemenangan pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Menurut Schmeichel, pelatih asal Spanyol itu juga harus bertanggung jawab atas hasil mengecewakan tersebut.
Timnas Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo. Melansir NDTV Sports, Peter Schmeichel menilai sorotan tidak seharusnya hanya tertuju kepada sang kapten, karena pelatih Roberto Martinez juga memiliki andil besar dalam penampilan kurang meyakinkan timnas Portugal.
"Pelatih timnas Portugal Roberto Martinez harus menjadi salah satu pelatih yang paling mengecewakan di Piala Dunia sejauh ini," kata Peter Schmeichel.
Baca Juga:Persib Bandung Resmi Berpisah dengan Federico Barba, Faktor Keluarga Jadi Alasan Pulang ke Eropa
"Martinez menyia-nyiakan generasi emas Belgia, dan sekarang tampaknya hal yang sama terjadi pada Portugal," sambung dia.
Schmeichel mengingat kembali masa Martinez menangani Belgia yang diperkuat nama-nama besar seperti Romelu Lukaku, Kevin De Bruyne, dan Eden Hazard. Meski memiliki skuad bertabur bintang, Belgia gagal meraih trofi besar dan hanya mampu finis di posisi ketiga Piala Dunia 2018 sebelum tersingkir pada fase grup empat tahun kemudian.
Kini, menurut Schmeichel, tanda-tanda serupa mulai terlihat di Portugal. Mantan penjaga gawang berusia 62 tahun itu secara khusus mempertanyakan keputusan Martinez yang membiarkan Joao Felix dan Rafael Leao memulai pertandingan dari bangku cadangan. Dia merasa Portugal memiliki terlalu banyak kualitas di lini depan untuk tampil begitu mudah ditebak.
"Bagaimana bisa Anda membiarkan pemain seperti Joao Felix dan Rafael Leao duduk di bangku cadangan sementara mempertahankan sistem yang jelas-jelas tidak berhasil? Portugal memiliki terlalu banyak talenta menyerang untuk terlihat begitu mudah ditebak dan berhati-hati," ujar Peter Schmeichel.
Schmeichel juga mengkritik pendekatan taktik Martinez yang dianggap terlalu konservatif, sehingga kreativitas permainan Portugal tidak berkembang secara maksimal.
"Taktiknya terlalu konservatif. Serangannya kurang kreatif, lini tengah sering kali tampak tidak terhubung, dan pergantian pemainnya biasanya terlambat untuk mengubah jalannya pertandingan," papar Peter Schmeichel.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022