
Pelatih sementara timnas Tunisia Herve Renard. (Antara)
JawaPos.com - Timnas Tunisia mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Setelah menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka fase grup, federasi sepak bola Tunisia memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih Sabri Lamouchi dan segera menunjuk Herve Renard sebagai pengganti.
Keputusan menunjuk Herve Reanrd tersebut diambil dalam situasi yang cukup mendesak. Timnas Tunisia masih memiliki peluang untuk melaju ke babak 16 besar piala dunia. Mereka harus mampu meraih hasil positif dalam dua pertandingan tersisa melawan Jepang dan Belanda.
Menurut laporan yang beredar, Herve Renard sepakat menerima kontrak jangka pendek dengan nilai mencapai 200.000 euro. Kesepakatan itu hanya berlaku untuk dua pertandingan fase grup piala dunia yang akan menjadi penentu nasib timnas Tunisia di turnamen ini.
Baca Juga:Kalah dari Timnas Kolombia, Uzbekistan Justru Dapat Pujian Berkat Sikap Terpuji di Ruang Ganti
Pelatih asal Prancis tersebut bukan sosok asing di panggung sepak bola internasional. Herve Renard dikenal sebagai salah satu pelatih yang memiliki pengalaman luas menangani tim nasional. Namanya semakin dikenal publik sepak bola dunia setelah membawa Arab Saudi mencatat kemenangan mengejutkan atas Argentina pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pengalaman itulah yang diyakini menjadi alasan utama Tunisia memilih Renard di tengah situasi sulit. Federasi berharap kehadiran pelatih berusia 57 tahun itu mampu membangkitkan mental pemain sekaligus memperbaiki performa tim dalam waktu singkat.
Tugas yang menanti Renard tentu tidak mudah. Jepang dikenal sebagai salah satu kekuatan terbaik Asia dengan permainan disiplin dan organisasi tim yang kuat. Sementara Belanda merupakan salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh di turnamen ini.
Meski demikian, Tunisia masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen apabila mampu meraih poin dari dua pertandingan tersebut. Kehadiran pelatih baru juga diharapkan dapat memberikan efek positif bagi ruang ganti tim yang sedang berada dalam tekanan besar setelah hasil buruk pada laga pertama.
Kontrak yang disepakati kedua pihak tidak menutup kemungkinan kerja sama lebih panjang. Jika Tunisia berhasil lolos ke babak 16 besar, federasi dan Renard disebut akan kembali duduk bersama untuk membahas kontrak baru hingga akhir turnamen.
Kini seluruh perhatian tertuju pada bagaimana Renard memaksimalkan waktu yang sangat terbatas. Dalam hitungan hari, dia harus menyatukan tim, memperbaiki kepercayaan diri pemain, dan menghadirkan hasil yang dapat menjaga mimpi Tunisia tetap hidup di Piala Dunia 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022