Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 19.08 WIB

Timnas Argentina dan Atletico Madrid Sering Dibenci Orang? Ternyata Menggunakan Akar Filosofi Sepak Bola yang Sama

Timnas Argentina. (Istimewa) - Image

Timnas Argentina. (Istimewa)

JawaPos.com - Perbedaan sudut pandang membuat permainan Timnas Argentina dan Atletico Madrid sering menjadi objek kritik sekaligus kekaguman. Di berbagai negara sepak bola memiliki identitas permainan yang kuat.

Seperti Jerman dikenal dengan dengan Turniermannschaft, yaitu kemampuan tampil maksimal saat turnamen besar. Brasil identik dengan Jogo Bonito yang menonjolkan keindahan permainan dan kreativitas individu.

Spanyol membangun reputasi melalui Tiki-Taka, gaya bermain yang mengandalkan penguasaan bola dan struktur permainan yang rapi. Argentina memiliki karakter yang berbeda. 

Filosofi sepak bola mereka sejak lama berada di antara dua kutub besar, yakni Menottismo dan BilardismoMenottismo, yang berasal dari pemikiran Cesar Luis Menotti, menempatkan kreativitas, kebebasan berekspresi, dan permainan menyerang sebagai nilai utama. 

Di sisi lain, Bilardismo yang dipopulerkan Carlos Bilardo lebih menekankan pragmatisme, kemampuan beradaptasi dengan lawan, serta keyakinan bahwa kemenangan adalah tujuan akhir yang harus dicapai dengan segala cara yang sah dalam pertandingan.

Perbedaan inilah yang membuat Argentina sering dipandang unik. Mereka tidak selalu terikat pada satu cara bermain. Dalam banyak kesempatan, tim Argentina mampu tampil menyerang dan atraktif, tetapi juga tidak ragu bermain lebih pragmatis ketika situasi menuntut hal tersebut.

Karakter serupa dapat ditemukan pada Atletico Madrid di bawah arahan pelatih Diego Simeone. Filosofi yang dikenal sebagai Cholismo menempatkan kerja keras, pengorbanan, solidaritas tim, serta daya juang sebagai fondasi utama. 

Fokusnya bukan pada estetika permainan, melainkan bagaimana sebuah tim bisa bersaing dan memenangkan pertandingan melawan lawan yang lebih kuat. Karena itu, tidak sedikit penggemar sepak bola yang memandang Argentina dan Atletico Madrid dengan cara yang sama. 

Bagi sebagian orang, pendekatan tersebut dianggap terlalu pragmatis dan kurang menghibur. Namun bagi pendukungnya, filosofi itu justru mencerminkan esensi kompetisi: kemampuan beradaptasi, bertahan dalam tekanan, dan menemukan jalan menuju kemenangan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore