
Ali Al-Hamadi antar Irak ke Piala Dunia 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Perjalanan seorang pesepak bola menuju panggung Piala Dunia sering kali dipenuhi kerja keras dan pengorbanan. Namun bagi Ali Al-Hamadi, kisah yang membawanya ke Piala Dunia 2026 memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar sepak bola.
Striker timnas Irak berusia 24 tahun itu lahir dari keluarga yang pernah mengalami masa-masa sulit akibat situasi politik di negara asalnya. Ayahnya sempat dipenjara karena mengikuti aksi protes damai terhadap rezim Saddam Hussein. Di tengah kondisi yang tidak menentu, sang ibu mengambil keputusan besar untuk meninggalkan Irak dan mencari kehidupan yang lebih aman.
Perjalanan tersebut membawa keluarganya ke Toxteth, sebuah kawasan di Liverpool, Inggris. Wilayah itu dikenal sebagai salah satu daerah dengan sejarah sosial yang kompleks, tetapi juga menjadi tempat bagi banyak keluarga imigran untuk memulai hidup baru.
Ali bahkan baru dapat bertemu kembali dengan ayahnya saat berusia sekitar 16 bulan. Sejak kecil, dia tumbuh dan besar di Liverpool, kota yang dikenal memiliki ikatan kuat dengan komunitas pendatang dari berbagai negara.
Di sana dia mulai kenal sepak bola melalui pertandingan-pertandingan sekolah dan kompetisi lokal. Bakatnya perlahan berkembang hingga akhirnya bergabung dengan akademi dan sistem pembinaan sepak bola Inggris.
Salah satu langkah penting dalam kariernya terjadi ketika ia memperkuat Tranmere Rovers, klub yang berbasis tidak jauh dari Liverpool. Meski lahir dan dibesarkan di Inggris, Ali tidak pernah melupakan akar keluarganya. Ketika mendapat kesempatan membela tim nasional Irak, ia menerimanya dengan penuh kebanggaan.
Baginya, mengenakan seragam Irak bukan hanya soal karier profesional, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap perjalanan keluarganya. Momen paling bersejarah datang ketika gol yang dicetaknya membantu Irak memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun sejak penampilan terakhir Irak di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Usai memastikan kelolosan, Al-Hamadi mengungkapkan bahwa pencapaian itu bukan hanya miliknya.
Dia mendedikasikan momen tersebut kepada sang ibu yang harus meninggalkan tanah kelahirannya di usia muda dan menjalani berbagai tantangan demi masa depan keluarga. Kisah Ali Al-Hamadi menjadi gambaran bagaimana perjuangan, pengorbanan, dan kesempatan dapat mengubah kehidupan seseorang.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
