
Pemain Jepang merayakan gol penyeimbang pada menit ke-89 saat menahan imbang Belanda 2-2 dalam laga Piala Dunia 2026 di Texas. (JFA)
JawaPos.com - Prestasi Qatar dan Jepang dalam beberapa tahun terakhir menghadirkan fenomena yang menarik di sepak bola Asia.
Qatar mampu menjuarai Piala Asia 2019 dan 2023 secara beruntun, sementara Jepang yang sering dianggap sebagai tim terkuat Asia justru gagal mengangkat trofi pada dua edisi tersebut.
Sebaliknya, ketika berbicara mengenai Piala Dunia, situasinya hampir berbanding terbalik. Jepang tampil impresif pada edisi 2022 dan 2026 dengan sejumlah kemenangan penting atas tim-tim besar, sedangkan Qatar belum mampu menunjukkan pengaruh yang sama di level global.
Perbedaan hasil ini memunculkan berbagai pandangan dari pengamat maupun suporter. Salah satu topik yang sering menjadi bahan diskusi adalah faktor nonteknis dalam kompetisi Asia, termasuk kualitas kepemimpinan wasit.
Dalam beberapa kesempatan, kalangan sepak bola Jepang pernah menyoroti tantangan yang mereka hadapi di ajang Asia.
Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) diketahui beberapa kali mengeluhkan kualitas pengadilan pertandingan pada level regional.
Menurut mereka, pertandingan di Asia sering kali tidak hanya ditentukan oleh kualitas permainan, tetapi juga kemampuan tim dalam menghadapi tekanan dan situasi nonteknis di lapangan.
Pandangan tersebut membuat Jepang memilih fokus pada peningkatan kualitas sepak bola secara menyeluruh.
Filosofi yang berkembang di Negeri Sakura adalah menjadi jauh lebih kuat dibanding lawan sehingga faktor-faktor di luar permainan tidak lagi memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir pertandingan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
