
Pemain Jepang berupaya cetak gol lawan Belanda. (JFA)
JawaPos.com – Belanda, Jepang, dan Swedia, di ambang lolos ke fase knockout (babak 32 besar) Piala Dunia 2026. Ketiganya hanya tinggal menentukan tempat di klasemen akhir grup F. Dari klasemen akhir itulah yang akan menentukan rute mereka di fase gugur.
Belanda memiliki peluang paling besar finis sebagai juara grup seiring hanya menghadapi tim yang sudah tereliminasi, Tunisia, di Arrowhead Stadium, Kansas City, Jumat (26/6 pagi (siaran langsung TVRI Sport pukul 06.00 WIB). Sementara Jepang dan Swedia harus saling sikut di AT&T Stadium, Arlington (siaran langsung TVRI Nasional pukul 06.00 WIB).
Status juara grup F krusial karena potensi terhindar dari Brasil. Itu dengan asumsi juara lima kali Piala Dunia tersebut finis sebagai juara grup C. Lawan juara grup C adalah runner-up grup F. Sementara juara grup F akan menghadapi runner-up grup C yang diprediksi akan jadi milik Maroko. Klasemen akhir di grup C sudah bisa diketahui pagi ini (25/6).
’’Strategi kami, tentu saja, memilih siapa lawan yang ingin kami hadapi (di 32 besar),’’ kata bek kanan Belanda Denzel Dumfries seperti dikutip dari Metro Nieuws.
Finis sebagai juara grup F sekaligus menempatkan tim bersangkutan ke bagan atas dalam bracket fase gugur. Bagan atas sampai kemarin hanya memunculkan Jerman sebagai tim unggulan dan telah pasti finis sebagai juara grup E. Sebagai perbandingan, bagan bawah ditempati juara bertahan Argentina yang sudah memastikan diri sebagai juara grup J.
Jepang pun ingin menuntaskan fase grup sebagai pemuncak klasemen. Bagi timnas berjuluk Samurai Biru tersebut, itu bisa jadi sejarah di Piala Dunia. Yakni, mampu back-to-back sebagai juara grup setelah edisi 2022 di Qatar.
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu pun meminta anak asuhnya untuk bisa menciptakan banyak gol saat bersua Swedia. Tujuannya sebagai modal bersaing dengan Belanda sebagai juara grup F. Kedua tim bukan hanya memiliki koleksi poin yang sama (4 poin), melainkan juga diferensiasi gol (surplus 4 gol).
’’Kepercayaan diri tim bakal meningkat apabila bisa mencetak banyak gol. Menciptakan lebih banyak gol serta nirbobol,’’ kata Moriyasu seperti dilansir dari Gekisaka.
Dalam era modern Piala Dunia, tidak pernah ada pemain Swedia yang bisa mencetak tiga gol dalam satu edisi Piala Dunia. Terakhir, Tomas Brolin yang bisa melakukannya pada edisi 1994. Gelandang Swedia Yasin Ayari berpotensi mengulang capaian itu. Ayari hanya butuh satu gol lagi.
Ayari sudah mengoleksi dua gol saat Swedia mengalahkan Tunisia 5-1 (15/6). Dia unggul dari duet bomber Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, yang sama-sama baru mengoleksi satu gol.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022