
Timnas Jepang akan bertemu Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Instagram.com/@jfa_samuraiblue)
JawaPos.com - Perjalanan Jepang dan Korea Selatan di Piala Dunia kali ini memperlihatkan kontras yang sulit diabaikan.
Jepang mampu melewati fase grup tanpa menelan kekalahan, sementara Korea Selatan harus berjuang hingga akhir dan bergantung pada hasil pertandingan tim lain untuk menjaga asa melaju ke babak berikutnya.
Perbedaan hasil tersebut memunculkan banyak kritik terhadap pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo.
Namun, jika melihat lebih dalam, persoalannya tampaknya tidak sesederhana pergantian pelatih. Kesenjangan yang kini terlihat merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun dengan pendekatan berbeda oleh kedua negara.
Salah satu indikator paling mencolok adalah jumlah pemain yang berkarier di liga-liga elite Eropa. Jepang kini memiliki sekitar 62 pemain yang tersebar di delapan kompetisi utama Benua Biru. Sementara itu, Korea Selatan hanya memiliki sekitar 13 pemain.
Di Premier League, Jepang memiliki empat pemain aktif, sedangkan Korea Selatan hanya diwakili oleh Hwang Hee-chan.
Di Bundesliga, Jepang memiliki sekitar 15 pemain, sedangkan Korea hanya empat. Bahkan di Liga Belgia, jumlah pemain Jepang mencapai 19 orang, menunjukkan betapa luasnya penyebaran talenta mereka di kompetisi Eropa.
Banyaknya pemain yang tampil secara rutin di level tertinggi membuat kualitas dan pengalaman mereka berkembang lebih cepat.
Para pemain Jepang terbiasa menghadapi lawan dengan intensitas tinggi setiap pekan, sehingga ketika kembali memperkuat tim nasional, mereka membawa standar permainan yang lebih kompetitif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022