Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juni 2026 | 19.47 WIB

Pemilihan Hong Myung-bo Disebut Sarat Faktor Orang Dalam, Presiden Korea Selatan Tuntut Penyelidikan

Hong Myung-bo mengundurkan diri sebagai pelatih Korea Selatan usai gagal membawa timnya lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. Presiden Lee Jae-myung pun menyerukan penyelidikan atas dugaan nepotisme dalam proses penunjukannya. (Instagram/@korea_football) - Image

Hong Myung-bo mengundurkan diri sebagai pelatih Korea Selatan usai gagal membawa timnya lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. Presiden Lee Jae-myung pun menyerukan penyelidikan atas dugaan nepotisme dalam proses penunjukannya. (Instagram/@korea_football)

JawaPos.com - Kegagalan Korea Selatan melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Tak hanya membuat Hong Myung-bo memutuskan mundur dari kursi pelatih, hasil buruk tersebut juga memicu desakan penyelidikan dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, terkait proses penunjukan sang pelatih yang sejak awal disebut sarat praktik orang dalam.

Harapan Taeguk Warriors untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik akhirnya pupus setelah hasil pertandingan lain pada Sabtu tidak berpihak kepada mereka. Korea Selatan pun harus mengakhiri perjalanan lebih cepat di turnamen.

Melansir Asia today, dalam konferensi pers pada Minggu, Hong Myung-bo menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan mengakui seluruh tanggung jawab berada di pundaknya.

"Kami tidak memberikan hasil yang diharapkan oleh para penggemar kami."

Ia juga menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan berarti meninggalkan sepak bola Korea sepenuhnya.

"Meskipun saya meninggalkan tim nasional, saya tidak sepenuhnya meninggalkan sepak bola Korea. Saya akan mendukung tim nasional dari lubuk hati saya dan berharap tim ini akan kembali dipercaya dan dicintai oleh masyarakat."

Tersingkir Meski Sempat Punya Peluang

Korea Selatan datang ke Piala Dunia dengan status peringkat ke-32 FIFA dan diperkuat kapten sekaligus bintang utama, Son Heung-min.

Namun performa mereka jauh dari harapan. Dari tiga pertandingan fase grup, Korea Selatan hanya meraih satu kemenangan dan menelan dua kekalahan sehingga finis di belakang Meksiko dan Afrika Selatan.

Kekalahan 1-0 dari Afrika Selatan pada laga terakhir grup menjadi pukulan telak. Meski masih memiliki peluang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik dalam format baru Piala Dunia 48 tim, nasib mereka akhirnya ditentukan hasil pertandingan lain yang membuat Korea Selatan gagal melangkah ke fase gugur.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore