
Hajime Moriyasu jadi sosok kunci transformasi Jepang pada Piala Dunia 2026. (FIFA)
JawaPos.com - Perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026 memang berakhir dengan kekecewaan. Namun, pelatih Hajime Moriyasu menilai kekalahan dramatis 2-1 dari timnas Brasil justru menunjukkan bahwa Samurai Biru kini semakin mendekati level tim-tim papan atas dunia.
Jepang kembali harus menelan pil pahit di fase gugur setelah kebobolan gol penentu pada menit-menit akhir babak tambahan waktu. Kekalahan dari timnas Brasil ini memperpanjang catatan buruk tiga kali beruntun gagal mempertahankan keunggulan di fase gugur Piala Dunia.
Harapan Jepang untuk meraih kemenangan pertama di babak gugur Piala Dunia sempat terbuka ketika Kaishu Sano mencetak gol pembuka ke gawang timnas Brasil pada menit ke-29. Namun Brasil bangkit lewat sundulan Casemiro pada menit ke-56 sebelum Gabriel Martinelli memastikan kemenangan Selecao di penghujung babak tambahan waktu.
Baca Juga:Ayase Ueda Kecewa Timnas Jepang Gagal Pertahankan Keunggulan saat Kalah Lawan Brasil di Piala Dunia
Empat tahun lalu, Jepang juga harus tersingkir lewat adu penalti melawan Kroasia setelah sempat unggul lebih dulu. Pada Piala Dunia 2018, mereka bahkan sempat memimpin 2-0 sebelum akhirnya kalah 3-2 dari Belgia.
Melansir ESPN, Moriyasu mengakui sejarah belum berpihak kepada timnya. "Kami tidak mampu mencapai tujuan kami kali ini, tetapi kami dapat menargetkan Piala Dunia berikutnya atau mungkin bahkan setelah itu. Kita harus bekerja menuju tujuan itu, dan itulah yang telah kita lakukan," ujar dia.
Dia berharap pengalaman pahit tersebut menjadi bekal bagi generasi berikutnya. "Saya rasa sejarah tidak akan berbaik hati kepada kita. Tetapi jika kita mampu mengatasi tantangan hari ini, mungkin kita akan melihat suatu masa di mana sejarah akan berubah," imbuh dia.
Baca Juga:Ismael Saibari Ceritakan Penaltinya yang Jadi Penentu Kemenangan Maroko Lawan Timnas Belanda
Meski kalah, Moriyasu melihat banyak perkembangan positif dari performa anak asuhnya saat menghadapi Brasil. Jepang kini tidak lagi terpaut jauh dari negara-negara elite sepak bola dunia.
"Jarak antara kami semakin mengecil sekarang. Brasil adalah tim papan atas dan kami jelas mendekati level itu," tutur Moriyasu.
Dia juga mengingat kembali kegagalan di Piala Dunia sebelumnya sebagai motivasi untuk terus berkembang. "Kita harus meningkatkan permainan kita," papar dia.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
