
Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka. (Istimewa)
JawaPos.com - Swiss bersiap menghadapi Aljazair pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan membawa modal performa konsisten sepanjang fase grup.
Kapten sekaligus motor lini tengah Swiss, Granit Xhaka diharapkan mampu memimpin timnya melewati perlawanan sengit wakil Afrika demi mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Xhaka kembali menunjukkan perannya sebagai jantung permainan Swiss selama fase grup. Gelandang berusia 33 tahun itu menjadi pengatur tempo, menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang, sekaligus menjadi pemimpin yang memastikan permainan tim tetap terorganisasi ketika berada di bawah tekanan lawan.
Pengalaman panjangnya di level internasional menjadi salah satu alasan Swiss mampu melangkah ke fase gugur dengan penuh percaya diri.
Kini tantangan yang dihadapi semakin berat. Aljazair datang dengan reputasi sebagai tim yang mengandalkan transisi cepat dan permainan fisik, sehingga duel di lini tengah diperkirakan menjadi salah satu penentu hasil pertandingan.
Dalam situasi seperti itu, ketenangan dan kemampuan Xhaka mengendalikan ritme permainan diyakini akan menjadi senjata utama Swiss.
Granit Xhaka. (Istimewa)
Baca Juga: Julian Quinones Jawab Kritik dengan Gol dan Assist, Meksiko Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Pelatih Murat Yakin menilai kehadiran sang kapten memberi pengaruh besar, bukan hanya lewat kualitas bermain, tetapi juga kepemimpinannya di ruang ganti.
"Granit adalah pemimpin tim kami. Pengalamannya dan kehadirannya di lapangan sangat penting, terutama di laga penting seperti ini," ujar Yakin, dikutip Reuters.
Pernyataan tersebut mencerminkan besarnya peran Xhaka dalam perjalanan Swiss di Piala Dunia 2026. Tidak hanya menjadi penghubung antarlini, ia juga menjadi sosok yang mampu menjaga fokus rekan-rekannya ketika menghadapi pertandingan bertekanan tinggi.
Baca Juga:Erling Haaland Akui Brasil Favorit, Norwegia Punya Kenangan Manis Lawan Selecao di Piala Dunia
Bagi Xhaka sendiri, mengenakan ban kapten Swiss selalu memiliki makna khusus. Dalam wawancara bersama FIFA, ia pernah menegaskan bahwa membela negaranya merupakan kehormatan terbesar dalam kariernya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
