Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Juli 2026 | 13.08 WIB

Pelecehan Rasial di Piala Dunia 2026 Melonjak, FIFA Temukan Ribuan Akun Penyebar Kebencian

Ismail Saibari setelah jadi penentu kemenangan timnas Maroko. (Dok. FIFA) - Image

Ismail Saibari setelah jadi penentu kemenangan timnas Maroko. (Dok. FIFA)

JawaPos.com - Pelecehan rasial di media sosial terhadap pemain sepak bola selama fase grup Piala Dunia FIFA 2026 menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru FIFA melalui layanan Social Media Protection Service (SMPS) mengungkap bahwa serangan bermotif rasial kini menjadi bentuk penyalahgunaan paling dominan yang diterima pemain, pelatih, wasit, dan tim di media sosial.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ujaran kebencian berbasis ras meningkat dibandingkan Piala Dunia 2022, seiring melonjaknya volume unggahan dan komentar yang harus ditangani selama turnamen berlangsung.

Serangan Rasial Jadi Bentuk Pelecehan Paling Dominan

FIFA menjelaskan bahwa SMPS tersedia bagi seluruh tim peserta, pemain, pelatih, hingga ofisial pertandingan untuk melindungi mereka beserta para pengikutnya dari konten diskriminatif dan ofensif di berbagai platform media sosial.

Dari seluruh bentuk diskriminasi berbasis identitas yang dianalisis, serangan bermotif rasial menyumbang 11 persen dari seluruh pesan ofensif, menjadikannya kategori pelecehan terbesar selama fase grup Piala Dunia FIFA 2026.

Angka tersebut meningkat 3 persen dibandingkan fase grup Piala Dunia Qatar 2022. FIFA juga mencatat peningkatan signifikan pada konten yang dikategorikan sebagai materi paling kasar dan paling ofensif.

FIFA Analisis 6 Juta Unggahan, Hampir 90 Ribu Terbukti Mengandung Pelecehan

Selama pertandingan fase grup yang berlangsung pada 11 hingga 27 Juni, sistem SMPS menganalisis sekitar 6 juta unggahan dan komentar di media sosial. Jumlah itu meningkat 33 persen dibandingkan periode yang sama pada Piala Dunia 2022.

Dari keseluruhan data tersebut, sekitar 225.000 unggahan ditandai untuk ditinjau oleh tim manusia. Lalu lebih dari 89.000 unggahan dipastikan mengandung pelecehan dan telah ditindaklanjuti dan sekitar 1.000 akun diteruskan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Adapun jumlah konten abusif yang teridentifikasi meningkat hingga 13 kali lipat dibandingkan Piala Dunia 2022 yang mencatat sekitar 6.700 komentar bermuatan pelecehan.

Meski demikian, FIFA mengingatkan bahwa perbandingan tersebut juga dipengaruhi perubahan format kompetisi, dari 32 tim pada 2022 menjadi 48 tim pada Piala Dunia 2026.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore