
Ismail Saibari setelah jadi penentu kemenangan timnas Maroko. (Dok. FIFA)
JawaPos.com - Pelecehan rasial di media sosial terhadap pemain sepak bola selama fase grup Piala Dunia FIFA 2026 menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru FIFA melalui layanan Social Media Protection Service (SMPS) mengungkap bahwa serangan bermotif rasial kini menjadi bentuk penyalahgunaan paling dominan yang diterima pemain, pelatih, wasit, dan tim di media sosial.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ujaran kebencian berbasis ras meningkat dibandingkan Piala Dunia 2022, seiring melonjaknya volume unggahan dan komentar yang harus ditangani selama turnamen berlangsung.
FIFA menjelaskan bahwa SMPS tersedia bagi seluruh tim peserta, pemain, pelatih, hingga ofisial pertandingan untuk melindungi mereka beserta para pengikutnya dari konten diskriminatif dan ofensif di berbagai platform media sosial.
Dari seluruh bentuk diskriminasi berbasis identitas yang dianalisis, serangan bermotif rasial menyumbang 11 persen dari seluruh pesan ofensif, menjadikannya kategori pelecehan terbesar selama fase grup Piala Dunia FIFA 2026.
Angka tersebut meningkat 3 persen dibandingkan fase grup Piala Dunia Qatar 2022. FIFA juga mencatat peningkatan signifikan pada konten yang dikategorikan sebagai materi paling kasar dan paling ofensif.
Selama pertandingan fase grup yang berlangsung pada 11 hingga 27 Juni, sistem SMPS menganalisis sekitar 6 juta unggahan dan komentar di media sosial. Jumlah itu meningkat 33 persen dibandingkan periode yang sama pada Piala Dunia 2022.
Dari keseluruhan data tersebut, sekitar 225.000 unggahan ditandai untuk ditinjau oleh tim manusia. Lalu lebih dari 89.000 unggahan dipastikan mengandung pelecehan dan telah ditindaklanjuti dan sekitar 1.000 akun diteruskan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Adapun jumlah konten abusif yang teridentifikasi meningkat hingga 13 kali lipat dibandingkan Piala Dunia 2022 yang mencatat sekitar 6.700 komentar bermuatan pelecehan.
Meski demikian, FIFA mengingatkan bahwa perbandingan tersebut juga dipengaruhi perubahan format kompetisi, dari 32 tim pada 2022 menjadi 48 tim pada Piala Dunia 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
