
Kapten Mohamed Salah bawa timnas Mesir lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Australia lewat adu penalti. (Instagram @egyptnt)
JawaPos.com - Keberhasilan Timnas Mesir menembus babak 16 besar Piala Dunia 2026 jadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola negara tersebut. Diperkuat mayoritas pemain liga domestik, untuk pertama kali The Pharaohs melangkah sejauh itu di ajang kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia.
Di balik prestasi timnas Mesir tersebut, ada satu faktor yang mendapat sorotan, yakni kuatnya kontribusi kompetisi liga domestik. Mayoritas pemain utama yang mengisi susunan sebelas pertama Mesir di piala dunia berasal dari klub-klub Liga Mesir.
Dari total 11 pemain inti, delapan di antaranya masih berkarier di kompetisi liga domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas liga lokal mampu menjadi fondasi utama bagi perkembangan timnas Mesir di piala dunia.
Baca Juga:Jelang Duel 16 Besar Piala Dunia 2026, Hotel Timnas Inggris Bocor, Guardia Nacional Turun Tangan
Dua klub terbesar, Al Ahly dan Pyramids, menjadi penyumbang pemain terbanyak. Keduanya selama beberapa musim terakhir memang tampil konsisten, baik di kompetisi domestik maupun turnamen antarklub Afrika.
Pengalaman bermain di level tinggi membuat para pemain lebih siap menghadapi tekanan ketika membela tim nasional. Sementara itu, hanya tiga pemain inti Mesir yang berkarir di luar negeri. Mereka adalah Omar Marmoush yang bermain untuk Manchester City, Mohamed Salah bersama Liverpool, serta Hamdy Fathy yang memperkuat Al Wakrah di Liga Qatar.
Kehadiran pemain-pemain yang berkarier di luar negeri tentu memberikan tambahan kualitas, terutama dari sisi pengalaman menghadapi kompetisi elite. Namun, tulang punggung permainan Mesir tetap berasal dari pemain yang rutin tampil di Liga Mesir.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan tim nasional tidak selalu bergantung pada banyaknya pemain yang merumput di liga-liga Eropa. Kompetisi domestik yang kompetitif, stabil, dan mampu menghasilkan pemain berkualitas juga memiliki peran yang sama pentingnya.
Selama beberapa tahun terakhir, Liga Mesir memang dikenal sebagai salah satu kompetisi terbaik di benua Afrika. Dominasi klub-klub Mesir di ajang Liga Champions CAF menjadi salah satu indikator bahwa kualitas kompetisinya terus berkembang.
Keberhasilan tim nasional di Piala Dunia semakin memperkuat anggapan tersebut. Liga domestik tidak hanya melahirkan pemain berkualitas, tetapi juga membangun chemistry antarpemain karena mereka sudah terbiasa bermain bersama di level klub.

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
