
Pierluigi Collina tanggapi aksi protes Federasi Sepak Bola Mesir. (FIFA/Situs InsideFIFA).
JawaPos.com - Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyisakan kontroversi besar terkait kepemimpinan wasit dalam laga Argentina melawan Mesir. Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) secara resmi meminta FIFA mencoret wasit asal Prancis, Francois Letexier, beserta tim asistennya, termasuk perangkat VAR, dari sisa turnamen.
Namun, berdasarkan regulasi FIFA, permintaan tersebut tidak dapat langsung dipenuhi. Penunjukan wasit sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Wasit FIFA sehingga tidak ada satu pun federasi yang memiliki hak veto atas keputusan tersebut.
Meski demikian, media Prancis L'Equipe melaporkan bahwa performa Letexier tetap akan dievaluasi secara menyeluruh, termasuk melalui laporan resmi dan tayangan ulang insiden-insiden yang menuai kontroversi.
Secara umum, peluang Letexier untuk tetap bertugas masih terbuka. Namun, terdapat faktor lain yang dapat memengaruhi penugasannya. Jika Timnas Prancis lolos ke fase berikutnya, wasit asal Prancis seperti Francois Letexier maupun Clement Turpin berpotensi tidak lagi ditugaskan demi menjaga prinsip netralitas.
Menanggapi kritik yang bermunculan, Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa integritas perangkat pertandingan tidak bisa diragukan.
"Tidak ada yang dapat meragukan integritas ofisial pertandingan Piala Dunia FIFA. Tuduhan yang tidak berdasar justru berpotensi memicu ancaman terhadap mereka dan keluarga," ujar Collina, dikutip dari situs resmi FIFA, Kamis (9/7/2026).
FIFA juga menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan berlangsung secara independen dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak mana pun, termasuk Presiden FIFA. Para wasit disebut selalu berupaya mengambil keputusan secara profesional dan jujur, sebagaimana pemain maupun pelatih di lapangan.
FIFA kembali menjelaskan fungsi Video Assistant Referee (VAR), khususnya dalam meninjau Attacking Possession Phase (APP) atau fase penguasaan bola sebelum gol tercipta.
Setiap gol akan diperiksa oleh VAR. Jika ditemukan pelanggaran yang berdampak langsung terhadap proses terciptanya gol, VAR dapat merekomendasikan on-field review kepada wasit.
"Tidak ada batasan yang ditetapkan mengenai jarak dari gawang maupun rentang waktu antara insiden dan terjadinya gol," jelas Collina.
Salah satu insiden yang menjadi perhatian terjadi saat Marwan Attia menginjak kaki Lisandro Martinez.
"Kami berpendapat bahwa pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas dari apakah pelanggaran tersebut tampak jelas atau tidak, jika wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR dapat melakukan intervensi," lanjut Collina.
Di sisi lain, Collina menjelaskan bahwa tidak semua kontak fisik dapat dikategorikan sebagai pelanggaran.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
