
Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni dapat julukan si tukang nangis. (Dok. FIFA)
JawaPos.com - Kesuksesan Lionel Scaloni membawa Timnas Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 bukan hanya hasil kerja keras di pinggir lapangan.
Di balik pencapaian besar itu, ada kisah sederhana tentang pengorbanan seorang ayah yang terus mendorong putranya mengejar mimpi sejak masih tinggal di desa kecil.
Scaloni mengenang masa kecilnya di Pujato, Argentina, saat sepak bola belum menjadi sesuatu yang menjanjikan.
Ketika berusia 13 tahun, ia sudah memiliki mimpi besar untuk suatu hari tampil di Piala Dunia, meski lingkungan sekitarnya tidak banyak membicarakan hal tersebut.
Dalam sebuah cerita yang ia bagikan, Scaloni mengatakan lapangan pertamanya bukan stadion megah, melainkan sebuah garasi di rumah.
Meski saat itu membela akademi Newell's Old Boys, ia selalu mengenakan kaus Timnas Argentina sebagai simbol impian yang ingin diwujudkan.
Sosok yang paling berperan menjaga mimpi itu tetap hidup adalah sang ayah. Setiap hari, ayahnya bekerja keras sebagai sopir truk pengangkut batu dengan jam kerja yang panjang. Namun kelelahan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti mendampingi putranya berlatih.
"Ayahku baru pulang setelah mengemudikan truk penuh batu selama 10 jam, dan meski begitu dia turun dan berkata padaku, 'Ayo kita latihan, tidak ada waktu yang boleh disia-siakan'," kenang Scaloni.
Menurutnya, sang ayah selalu mengantar ke tempat latihan, menunggu hingga sesi selesai, lalu kembali bekerja. Bahkan, Scaloni merasa semangat ayahnya terhadap sepak bola lebih besar dibandingkan dirinya sendiri saat masih kecil.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
