Pelatih Mesir Hossam Hassan membawa bendera Mesir dan Palestina setelah kemenangan dramatis atas Australia pada babak gugur Piala Dunia 2026. (Instagram/@chnge)
JawaPos.com - Pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit usai timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Mesir sempat berada di ambang salah satu kejutan terbesar turnamen setelah unggul dua gol atas juara bertahan. Namun, Argentina bangkit lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez untuk membalikkan keadaan sekaligus memastikan tiket ke perempat final.
Melansir All Africa, meski tersingkir dengan cara yang menyakitkan, Hassan tetap mengaku bangga dengan pencapaian timnya yang sukses menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
"Saya sangat senang dengan penampilan tim saya di Piala Dunia," kata Hassan kepada wartawan.
"Kami memiliki tim yang bagus yang mengharumkan nama sepak bola Afrika dan Arab. Kami tidak takut pada tim mana pun. Kami akan membangun apa yang telah kami raih di Piala Dunia ini karena kami memiliki banyak tujuan untuk masa depan. Ambisi kami adalah untuk bersaing secara setara dengan tim mana pun di dunia."
Pelatih berusia 59 tahun itu juga memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang sebagian besar berasal dari kompetisi domestik Mesir.
"Saya berterima kasih kepada para pemain saya atas penampilan mereka, dan saya sangat puas dengan mereka. Sebagian besar pemain saya berkompetisi di liga domestik, dan mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan pemain di liga-liga terbesar di dunia. Kami akan meraih tempat kami di antara negara-negara sepak bola top dunia."
Di balik pujian untuk timnya, Hassan tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit François Letexier beserta perangkat VAR yang menurutnya membuat sejumlah keputusan merugikan Mesir.
Baca Juga:Kontroversi Laga Argentina vs Mesir Berlanjut ke Serangan Siber, AFA Selidiki Dugaan Peretasan Email
"Kami belum melihat rasa hormat atau permainan yang adil. Sebuah penalti dianulir, dan insiden kedua yang seharusnya diperiksa sebagai penalti untuk kami bahkan tidak diperiksa oleh VAR. Gol kedua secara mengejutkan, entah karena alasan apa, dianulir," katanya dalam konferensi pers usai pertandingan.
"Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap wasit yang menyebabkan hasil ini."
Dalam wawancara lanjutan bersama beIN Sports, Hassan menyampaikan tuduhan yang lebih tajam. Ia mempertanyakan apakah ada faktor di luar pertandingan yang membuat Argentina mendapat keuntungan.
"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia dalam kompetisi? Mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan?" kata Hassan.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
