
Timnas Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (FIFA)
JawaPos.com – Federasi Sepak Bola Kolombia mengecam ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada gelandang Jaminton Campaz beserta keluarganya. Ancaman itu muncul setelah Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Kolombia gagal melaju ke babak perempat final usai kalah adu penalti dari Swiss pada babak 16 besar, Selasa (8/7). Dalam laga tersebut, Campaz membuang peluang emas pada masa perpanjangan waktu ketika tembakannya melebar dari sasaran.
Seusai pertandingan, akun media sosial pemain Rosario Central itu dibanjiri komentar bernada kebencian hingga ancaman. Campaz bahkan membatasi kolom komentar di akun pribadinya dan memilih tidak pulang ke Kolombia bersama rombongan tim sebagai langkah antisipasi.
"Tak ada atlet maupun anggota keluarganya yang pantas menerima intimidasi hanya karena membela negaranya di arena olahraga," tulis Federasi Kolombia dalam pernyataan resminya.
Melalui Instagram, Campaz juga menyampaikan pesan kepada publik. Ia mengunggah foto menutupi wajahnya sambil meminta masyarakat tetap menghormati para pemain.
"Kita boleh kecewa dan sedih, tetapi tidak ada gairah yang membenarkan kebencian atau membuat seseorang hidup dalam ketakutan," tulis Campaz.
Kasus ini kembali mengingatkan publik pada tragedi kelam sepak bola Kolombia di Piala Dunia 1994. Saat itu, bek Andres Escobar mencetak gol bunuh diri saat Kolombia kalah 1-2 dari Amerika Serikat.
Beberapa hari setelah Kolombia tersingkir dan pulang ke negaranya, Escobar ditembak mati di Medellin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022