
Jude Bellingham merayakan gol penyeimbang Inggris ke gawang Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026. The Three Lions unggul rekor head to head, tetapi Albiceleste datang sebagai juara bertahan. (Instagram @england)
JawaPos.com - Setelah penantian selama 24 tahun, Inggris dan Argentina akhirnya kembali bertemu di panggung Piala Dunia. Duel semifinal edisi 2026 bukan hanya mempertemukan dua raksasa sepak bola, tetapi juga menghidupkan lagi salah satu rivalitas paling bersejarah di dunia, lengkap dengan rekor head to head yang masih berpihak kepada The Three Lions.
Semifinal kali ini juga mempertemukan dua generasi baru. Inggris mengandalkan Jude Bellingham, Cole Palmer, dan Harry Kane, sedangkan Argentina masih bertumpu pada Julian Alvarez, Enzo Fernandez, dan Alejandro Garnacho. Kedua tim akan memperebutkan satu tiket menuju final dalam laga yang digelar di Stadion Atlanta, Kamis (16/7).
Inggris melaju ke semifinal setelah menyingkirkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak tambahan waktu. Sementara itu, Argentina memastikan tempat di empat besar usai mengalahkan Swiss 3-1, juga lewat extra time.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiket ke final. Duel Inggris kontra Argentina merupakan salah satu rivalitas paling bersejarah dalam sepak bola dunia, yang kerap dikaitkan dengan dampak Perang Malvinas pada 1982.
Semifinal Piala Dunia 2026 menjadi pertemuan keenam kedua negara di putaran final Piala Dunia. Dari lima duel sebelumnya, Inggris unggul dengan tiga kemenangan, sedangkan Argentina meraih satu kemenangan dan satu laga lainnya berakhir imbang sebelum dimenangkan Albiceleste melalui adu penalti.
Pertemuan pertama terjadi pada fase grup Piala Dunia 1962 di Chile, jauh sebelum pecahnya Perang Malvinas. Saat itu Inggris menang meyakinkan dengan skor 3-1.
Empat tahun berselang, kedua tim kembali bertemu pada perempat final Piala Dunia 1966 di Inggris. Tuan rumah menang tipis 1-0 lewat gol Geoff Hurst dan kemudian melaju hingga menjadi juara dunia.
Laga tersebut menjadi awal rivalitas panjang kedua negara. Hingga kini masih ada perdebatan mengenai gol Geoff Hurst, meski kontroversi terbesar Piala Dunia 1966 justru berkaitan dengan golnya di final melawan Jerman Barat.
Pertemuan berikutnya terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko, empat tahun setelah Perang Malvinas. Duel itu sarat emosi bagi kedua negara.
Argentina keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 berkat dua gol Diego Maradona. Pertandingan tersebut dikenang sebagai salah satu yang paling ikonik dalam sejarah sepak bola karena Maradona mencetak gol "Tangan Tuhan" sebelum melesakkan gol kedua yang kemudian dijuluki "Gol Abad Ini".
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
