
Marc Guehi antusias melawan Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. (@marcguehi/Instagram).
JawaPos.com - Timnas Inggris menegaskan kesiapan mereka menghadapi Argentina di laga semifinal Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Mercedes-Benz Stadium pada Kamis (16/7). Bek Inggris Marc Guehi menilai tekanan justru berada di pihak Argentina sebagai juara bertahan. Inggris sendiri tiba di Atlanta pada Selasa sore waktu setempat dan langsung mempersiapkan diri untuk laga penting yang akan membuka jalan bagi mereka menuju final menghadapi Spanyol.
Pertemuan Inggris dan Argentina selalu diingatkan oleh salah satu momen paling kontroversial terjadi pada Piala Dunia 1986, yaitu gol Tangan Tuhan milik Diego Maradona. Selain itu, Inggris juga pernah mengalami momen pahit ketika David Beckham menerima kartu merah pada pertemuan kedua tim di Piala Dunia 1998.
Hubungan kedua negara juga dipengaruhi konflik Perang Falklands yang hingga saat ini masih menyisakan ketegangan terkait wilayah yang disebut Argentina sebagai Islas Malvinas. Meskipun demikian, bek Inggris Ezri Konsa menegaskan bahwa timnya berusaha mengabaikan semua narasi di luar pertandingan. “Kami hanya harus fokus pada diri sendiri. Melupakan sejarah yang ada dan tidak terlalu terbawa suasana. Kami harus bermain sesuai kemampuan terbaik kami,” ujar Konsa dikutip dari ESPN.
Konsa pun menanggapi kritik dari sang pelatih Thomas Tuchel terhadap performa Inggris saat mengalahkan Norwegia. Sang pemain memastikan kondisi tim tetap solid tanpa adanya konflik internal. “Kami adalah kelompok yang kuat dan kompak. Tidak ada masalah. Dalam turnamen seperti ini, mentalitas merupakan hal terpenting. Suara dari luar akan selalu ada, tetapi kami harus mampu mengabaikannya,” ujarnya.
Marc Guehi juga menegaskan bahwa Inggris tidak berada dalam tekanan jelang laga ini. “Tidak ada tekanan pada kami. Tekanan ada pada mereka (Argentina) sebagai juara dunia. Mereka yang harus mempertahankan gelar. Kami semua justru antusias dengan momen ini dan menantikan pertandingan besar melawan mereka,” kata Guehi.
Dalam laga itu, Konsa dan Guehi diperkirakan akan menjadi andalan di lini belakang Inggris untuk meredam ancaman Lionel Messi. Pasalnya, kapten Argentina itu tampil impresif sepanjang turnamen dan saat ini memimpin daftar top skor bersama Kylian Mbappe dengan koleksi delapan gol.
Meskipun demikian, Guehi menegaskan bahwa Argentina tidak hanya bergantung pada satu pemain. “Messi adalah pemain hebat, mungkin salah satu yang terbaik. Kami akan berusaha menghentikannya, tetapi Argentina bukan hanya tentang dia. Mereka punya banyak pemain berkualitas,” jelas Guehi.
Jika mampu mengalahkan Argentina, Inggris akan melaju ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah setelah terakhir kali meraih gelar pada 1966. Partai final dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli di MetLife Stadium.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
