Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Juli 2026 | 01.11 WIB

Lapangan Pertandingan Final Piala Dunia 2026 Panen Kritik, FIFA Ngotot Layak Pakai

Mikel Oyarzabal diprediksi menjadi salah satu pemain kunci Spanyol saat menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium. (Instagram @mikel10oyar) - Image

Mikel Oyarzabal diprediksi menjadi salah satu pemain kunci Spanyol saat menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium. (Instagram @mikel10oyar)

JawaPos.com – MetLife Stadium di East Rutherford, New Jersey akan menjadi saksi laga pemungkas Piala Dunia 2026. Kualitas rumput pada stadion dengan kapasitas 80 ribu orang itu dianggap buruk.

Sepanjang Piala Dunia 2026 ini, MetLife Stadium menggelar tujuh laga. Termasuk laga final Spanyol kontra Argentina pada Senin (20/7) dini hari mendatang.

Selain laga final, stadium yang dibangun pada 2010 itu sudah menggelar partai 16 besar (Brasil vs Norwegia), partai 32 besar (Prancis vs Swedia), serta lima partai fase grup (Brasil vs Maroko, Prancis vs Senegal, Norwegia vs Senegal, Ekuador vs Jerman, dan Panama vs Inggris).

Komplain paling awal datang dari pemakai pertama laga di MetLife Stadium yaitu pemain Brasil versus Maroko (13/6). Striker Brasil Vinicius Junior memberikan testimoni negatif pada kualitas lapangan di MetLife Stadium.

“Cuaca dan panasnya temperatur saat kami bertanding (lawan Maroko) membuat rumput cepat kering. Akibatnya permainan menjadi sangat lambat,” kata Vinicius Jr dikutip dari TNT Sports.

“(Rumput cepat kering) mempersulit keadaan karena kami ingin bermain dengan ritme cepat. Kami ingin mengalirkan bola dari satu sisi ke sisi lain dengan taktis dan ini mengganggu permainan kami,” ungkap pemain Real Madrid itu.

“Tetapi kami harus beradaptasi karena saya yakin akan seperti ini sepanjang turnamen. Semua orang harus bermain di permukaan yang sama,” terang Vinicius.

Gelandang Prancis Adrien Rabiot dikutip dari L’Equipe malah lebih sarkas. Gelandang AC Milan itu mengatakan kalau lapangan itu tidak layak sama sekali untuk menggelar laga sepak bola.

“Lapangan (MetLife Stadium) itu, saya bahkan tidak tahu apakah pantas disebut lapangan. Lapangan itu rasanya seperti main di atas permukaan buatan. Tanahnya cukup keras dan cukup tandus,” beber Rabiot.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore