
Mikel Oyarzabal diprediksi menjadi salah satu pemain kunci Spanyol saat menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium. (Instagram @mikel10oyar)
JawaPos.com – MetLife Stadium di East Rutherford, New Jersey akan menjadi saksi laga pemungkas Piala Dunia 2026. Kualitas rumput pada stadion dengan kapasitas 80 ribu orang itu dianggap buruk.
Sepanjang Piala Dunia 2026 ini, MetLife Stadium menggelar tujuh laga. Termasuk laga final Spanyol kontra Argentina pada Senin (20/7) dini hari mendatang.
Selain laga final, stadium yang dibangun pada 2010 itu sudah menggelar partai 16 besar (Brasil vs Norwegia), partai 32 besar (Prancis vs Swedia), serta lima partai fase grup (Brasil vs Maroko, Prancis vs Senegal, Norwegia vs Senegal, Ekuador vs Jerman, dan Panama vs Inggris).
Baca Juga:Reaksi Penggemar Bikin Heboh Jelang Final Piala Dunia 2026, Sinyal Argentina bakal 'Dirampok' Wasit
Komplain paling awal datang dari pemakai pertama laga di MetLife Stadium yaitu pemain Brasil versus Maroko (13/6). Striker Brasil Vinicius Junior memberikan testimoni negatif pada kualitas lapangan di MetLife Stadium.
“Cuaca dan panasnya temperatur saat kami bertanding (lawan Maroko) membuat rumput cepat kering. Akibatnya permainan menjadi sangat lambat,” kata Vinicius Jr dikutip dari TNT Sports.
“(Rumput cepat kering) mempersulit keadaan karena kami ingin bermain dengan ritme cepat. Kami ingin mengalirkan bola dari satu sisi ke sisi lain dengan taktis dan ini mengganggu permainan kami,” ungkap pemain Real Madrid itu.
“Tetapi kami harus beradaptasi karena saya yakin akan seperti ini sepanjang turnamen. Semua orang harus bermain di permukaan yang sama,” terang Vinicius.
Gelandang Prancis Adrien Rabiot dikutip dari L’Equipe malah lebih sarkas. Gelandang AC Milan itu mengatakan kalau lapangan itu tidak layak sama sekali untuk menggelar laga sepak bola.
“Lapangan (MetLife Stadium) itu, saya bahkan tidak tahu apakah pantas disebut lapangan. Lapangan itu rasanya seperti main di atas permukaan buatan. Tanahnya cukup keras dan cukup tandus,” beber Rabiot.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
