Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 23.20 WIB

El Hermano Main Bareng 45 Menit! Duo Lamine Yamal dan Nico Williams Ulang Sukses Euro 2024 ke Piala Dunia 2026

Pemain Spanyol Lamine Yamal. (Dok. Instagram/@lamineyamal) - Image

Pemain Spanyol Lamine Yamal. (Dok. Instagram/@lamineyamal)

JawaPos.com – Dua sahabat, Lamine Yamal dan Nico Williams, kembali menjadi sorotan dalam kesuksesan Spanyol merebut juara Piala Dunia 2026 kemarin (20/7). Di MetLife Stadium, East Rutherford, Spanyol memupus ambisi juara bertahan Argentina dengan skor 1-0 via babak perpanjangan waktu.

El Hermano –sebutan untuk duo Lamine dan Williams – seperti mengulang peran sentral mereka saat Spanyol saat memenangi Euro 2024. Di final kemarin, El Hermano main bersama setelah Williams masuk menggantikan Alex Baena pada menit ke-75.

Williams pun ikut menyumbangkan umpan gol di balik terciptanya gol semata wayang false nine Ferran Torres pada menit ke-106. ”Aku sudah melewati masa-masa sulit, dan sekarang akhirnya aku mendapat kesempatan. Ini hari paling bahagia di dalam hidupku karena semua yang aku lalui tahun ini,” ucap William seperti dikutip dari Mundo Deportivo. 

El Hermano mengawali Piala Dunia 2026 dalam kondisi pemulihan cedera. Yamal baru main penuh di fase gugur, sedangkan Williams malah tidak pernah main penuh. Durasi 45 menit di final kemarin praktis menjadi menit bermain terlama mereka selama Piala Dunia 2026. Sebelumnya, El Hermano mentok hanya bermain sebelas menit. 

Ferran Torres Jawab Kritik

Selain El Hermano, Ferran menjadi sorotan setelah golnya jadi penentu juara Spanyol di Piala Dunia 2026. Performa Tiburon –julukan Ferran– yang sering dikritisi pandit-pandit Spanyol seolah terbayar di final. Kepada RTVE, Ferran menyebut final kemarin sebagai momen hari pembebasan. ”Pembebasan yang luar biasa setelah aku banyak mendapat kritikan. Syukurlah ini memberiku kekuatan agar aku terus maju,” ungkap false nine asal FC Barcelona itu. 

Ferran turun sebagai pengganti dalam tujuh dari delapan laga Spanyol di Piala Dunia 2026. Bek kanan Pedro Porro pun memuji kesabaran Ferran. ”Dia menunjukkan keteguhan mentalnya. Dia meledak pada saat yang tepat,” ucapnya kepada Diario AS. 

Ferran pun mengikuti jejak pendahulunya dari Barca, Andres Iniesta. Sama seperti Ferran, Iniesta menjadi pahlawan Spanyol dengan gol pada babak perpanjangan waktu dalam final Piala Dunia 2010. Gol Iniesta ke gawag Belanda kala itu tercipta pada menit ke-116.

Faktor Barca

Di balik kesukesan Spanyol memenangi Piala Dunia, selalu didominasi para pemain Barca. Tahun ini, ada delapan pemain Barca yang dipanggil entrenador Spanyol Luis de la Fuente. Dari kiper Joan Garcia, bek tengah Pau Cubarsi dan Eric Garcia, gelandang Pedri dan Gavi, gelandang serang Dani Olmo, serta Yamal dan Ferran. 

Saat Spanyol memenangi Piala Dunia 2010, juga ada delapan penggawa klub berjuluk La Blaugrana tersebut. Bagi De la Fuente, faktor Barca cukup membantu dalam memilih skuad. ”Chemistry mereka (pemain Barca, Red) yang sudah terjalin di klub memberi dampak positif ke timnas,” ucap De la Fuente kepada Marca.

Lebih Efektif di Euro 2024

DIBANDINGKAN saat memenangi Euro 2024, duo wide attacker Spanyol, Lamine Yamal dan Nico Williams, menjalani menit bermain lebih sedikit di Piala Dunia 2026. Hal itu berdampak pada efektivitas serangan mereka.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore