
Ilustrasi: Airlangga Hartarto mampu membuat langkah politik internal partai Golkar.
JawaPos.com - Itikad Partai Golkar untuk berubah menuju lebih baik bisa dilihat setelah lepas dari kepemimpinan Setya Novanto. Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Yusuf Wibosono mengatakan, ada perubahan di tubuh Golkar semenjak dipimpin Airlangga Hartarto.
Menurutnya, Golkar saat ini mampu merumuskan kebutuhan masyarakat Indonesia. "Kebutuhan masyarakat itu dirumuskan dengan program-progran prioritas yang dibuat Partai Golkar," kata Yusuf kepada JawaPos.com, Rabu (9/5).
Dia menambahkan, Golkar juga sudah mulai membangun politik internal partai. Airlangga, kata dia, mampu membuat langkah politik internal partai Golkar. Salah satunya dengan membentuk Majelis Etik Partai Golkar. Langkah lainnya adalah adanya surat imbauan politik bersih untuk anggota dewan. Dia menilai cukup efektif.
"Hal ini bisa dilihat dari hasil survei beberapa lembaga survei yang menempatkan elektabilitas Partai Golkar diurutan tiga besar. Selain itu saya melihat ada komitmen yang kuat dari Airlangga gerakan anti korupsi khususnya di internal Partai Golkar," ujarnya.
Sebelumnya, Majelis Etik Golkar dibentuk untuk membenahi manejemen partai yang dinilai kurang pada periode sebelumnya. Majelis ini kini sudah merumuskan kode etik partai untuk nantinya disahkan menjadi peraturan organisasi.
Salah satu yang dirumuskan terkait kader partai yang tersangkut masalah hukum. Dalam aturan kode etik yang telah dirumuskan, kader yang sudah terindikasi terlibat dalam pelanggaran hukum dapat segera ditindak sebelum menunggu keputusan hukum tetap.
"Kalau ada pelanggaran kode etik tidak menunggu inkrah. Sanksinya nanti tergantung, bisa ringan, berat, atau sedang," kata Ketua Majelis Etik Mohammad Hatta.
Majelis Etik juga mengusulkan aturan batas masa jabatan anggota dewan yang maksimal empat periode. Baik itu di DPRD maupun DPR. Menurut Hatta aturan tersebut dibuat agar ada regenerasi di tubuh partai Golkar. Aturan tersebut pernah dibuat di era Orde Baru.
Majelis Etik juga mengkaji aturan soal dinasti politik. Akan ada aturan untuk meminimalisir dinasti politik di tubuh partai Golkar yang menjabat kepala daerah. "Baik itu dari ayah ke anak, suami ke istri, atau lingkaran keluarga lainnya," ujarnya.
Selain itu, Majelis Etik Golkar juga telah menyusun langkah-langkah pencegahan dengan menghimbau sejumlah kader Golkar untuk menjauhi praktik korupsi atau tindakan melanggar hukum lainnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022