
Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, heran dengan survei itu. Apalagi sampai menempatkan PSI sebagai partai baru di atas partainya.
JawaPos.com - Hasil survei terbaru Vox Populi Research Center menyatakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terancam gagal masuk parlemen karena elektabilitasnya hanya 3,4 persen. Bahkan angka itu masih di bawah 3,7 persen milik Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menanggapi itu, Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) mengaku heran dengan survei itu. Apalagi sampai menempatkan PSI sebagai partai baru di atas partainya.
"Oh, hebat. Vox Populi hebat sekali, saya kasih award gitu," ujar HNW di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (25/3).
Menurut HNW, survei Vox Populi berbeda dari sejumlah lembaga survei lain. Seperti survei Litbang Kompas periode 22 Februari - 5 Maret, yang menyebut PKS memperoleh 4,5 persen. Sedangkan PSI rata-rata memperoleh elektabilitas nol koma.
Oleh sebab itu, HNW menyakini survei Vox Populi diragukan keakuratannya. Dia percaya pada hitung resmi prediksi ini akan terbukti kesalahannya.
"Kalau Vox Populi menyebut begitu (PKS di bawah PSI), selamat Vox Populi, akan terbukti bahwa survei Anda salah besar," tegasnya.
Menanggapi penilaian HNW tersebut, Direktur Riset Vix Populi Dika Moemahad menegaskan, surveinya itu merupakan potret persepsi publik saat ini. Ia memastikan tidak ada manipulasi data di dalamnya.
"Ini hasil dari memotret persepsi publik. Bisa jadi program yang ditawarkan PSI lebih bisa diterima masyarakat," katanya dikonfirmasi JawaPos.com.
Menurut Dika, selain karena program kerja yang menarik milenial, angka keterpilihan PSI bisa lebih tinggi dari PKS lantaran mereka mendukung program Jokowi-Ma'ruf Amin. Salah satunya yakni mendukung program kartu prakerja.
"PSI juga sebagai partai anak muda mendorong insentif bagi berkembangnya ekonomi digital yang tengah digandrungi para pekerja dari kalangan generasi milenial," tambahnya.
Meski begitu, Dika menyebut kesempatan PKS untuk menyalip PSI masih terbuka. Hal itu mengingat kampanye terbuka masih menyisakan waktu dua pekan lebih.
Sebelumnya, Vox Populi Research Center merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas partai politik di Pemilu 2019. Hasilnya, 10 partai masih terancam gagal lolos ke parlemen.
Di urutan pertama ada PDIP (16,8 persen), disusul Gerindra (15,1 persen). Golkar tergusur ke peringkat ketiga dengan elektabilitas 10,2 persen. Demikian pula dengan Demokrat (5,3 persen) turun ke posisi lima, tersalip oleh PKB (7,1 persen) di atasnya. Selanjutnya ada Nasdem dengan 4,3 persen.
Sejumlah parpol papan tengah bersaing ketat untuk lolos ambang batas parlemen. Seperti PAN (3,9 persen), PSI (3,7 persen), PKS (3,4 persen), dan PPP (2,9 persen). Berikutnya adalah Perindo (1,8 persen), dan Hanura (1,1 persen).
Ada pula 4 partai yang elektabilitasnya masih nol koma. Yakni Berkarya (0,9 persen), PBB (0,6 persen), PKPI (0,3 persen), dan Garuda (0,2 persen).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022