Warga Palestina berjalan di antara bangunan-bangunan yang hancur di Kota Gaza (Al-Jazerra)
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mengecam keras tindakan Israel yang masih melancarkan serangan ke wilayah Gaza meskipun gencatan senjata telah diumumkan. Ia menilai, tindakan tersebut menunjukkan kurangnya penghormatan Israel terhadap nyawa warga sipil Palestina, terutama di saat proses menuju perdamaian tengah berlangsung.
“Gencatan senjata tercederai oleh ulah Israel yang masih menembaki warga di Gaza yang dituduh melanggar gencatan senjata. Tentara Israel masih begitu ringan tangan untuk menembaki warga Gaza yang menurut mereka melanggar garis batas,” kata Sukamta kepada wartawan, Selasa (21/8).
Sebab, dilaporkan sedikitnya 97 warga Palestina tewas dan 230 lainnya luka-luka akibat serangan tentara Israel sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang memprakarsai perencanaan perdamaian Israel–Palestina, mengancam akan melucuti senjata Hamas apabila kelompok tersebut tidak menyerahkan persenjataannya selama fase awal perdamaian.
Namun, sikap Trump dinilai tidak adil. Karena Israel justru masih mengangkat senjata dan menyerang Gaza.
“Nyawa warga Gaza seperti tidak ada harganya di mata Israel, tidak ada penghormatan meski sedang berada dalam transisi perdamaian. Dengan kondisi seperti ini, tentu sangat tidak fair jika pihak Hamas diharuskan melucuti senjata, Mr. Trump,” tegasnya.
Menurutnya, tuntutan agar Hamas melucuti senjata tidak realistis tanpa adanya jaminan keamanan yang jelas. “Tanpa adanya jaminan keamanan, proses perdamaian akan sulit bahkan mustahil terwujud. Polisi saja tidak cukup,” ujarnya.
Legislator Fraksi PKS itu menegaskan bahwa kemerdekaan penuh Palestina adalah syarat mutlak bagi perdamaian sejati. Dengan kedaulatan penuh, Palestina dapat membentuk pemerintahan dan angkatan perang nasional yang sah.
“Termasuk membentuk tentara nasional Palestina yang akan menjaga negara dan rakyatnya. Di situlah Hamas akan dengan kerelaan menyerahkan senjatanya, karena Palestina merdeka sudah memiliki angkatan perang sendiri,” terang Sukamta.
Ia juga mengingatkan prinsip si vis pacem, para bellum jika ingin perdamaian, bersiaplah untuk perang yang berarti negara harus memiliki militer kuat agar tidak diperlakukan semena-mena.
“Militer yang kuat mampu membuat negara lain tidak semena-mena terhadap negara tersebut. Sehingga tercipta kondisi saling menghormati atau minimal tidak arogan untuk menyerang,” ujarnya.
Sukamta turut menyoroti proses pertukaran sandera antara Hamas dan Israel yang masih berlangsung, namun menurutnya telah menunjukkan kekejaman Israel terhadap sandera Palestina.
“Proses perdamaian yang tercederai ini baru memasuki tahap awal. Hamas dan Israel saling bertukar sandera, termasuk sandera yang telah mati. Jenazah yang diterima Palestina membuktikan betapa biadabnya Israel memperlakukan sandera di luar batas kemanusiaan,” urai Sukamta.
Lebih lanjut, ia meminta pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah diplomatik tegas dengan menekan Presiden AS Donald Trump agar memaksa Israel menghentikan seluruh serangan ke Gaza.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
