
Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono.
JawaPos.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menegaskan bahwa sikap Indonesia terhadap konflik internasional harus berpijak pada nilai-nilai yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Ia secara khusus merujuk pada prinsip bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, serta penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi.
“Kalimat tersebut bukan hanya deklarasi historis, tetapi juga menjadi fondasi moral sekaligus arah politik luar negeri Indonesia. Segala bentuk agresi, dominasi militer, dan pelanggaran kedaulatan pada dasarnya bertentangan dengan semangat konstitusi kita,” kata Mardiono saat Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Al-Ibrohimy Galis, Bangkalan, Madura, Rabu (4/3).
Mardiono menegaskan, penyelesaian konflik melalui kekuatan senjata tidak sejalan dengan cita-cita perdamaian abadi dan keadilan sosial. Ia juga memastikan bahwa dalam menyikapi dinamika geopolitik global, Indonesia tidak terikat pada blok kekuatan mana pun.
“Dalam situasi konflik internasional, Indonesia tidak berpihak pada kepentingan geopolitik tertentu. Indonesia berpihak pada perdamaian, keadilan, serta penghormatan terhadap hukum internasional,” tuturnya.
Karena itu, Mardiono mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan. Ia menilai Indonesia memiliki modal spiritual yang besar karena mayoritas penduduknya beragama Islam serta menjadi negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
“Mari kita bergandeng tangan dan bersatu. Termasuk para ulama bersama para umara serta seluruh elemen bangsa, mari kita panjatkan doa agar tercipta perdamaian dunia,” ujarnya.
Selain itu, Mardiono juga mengajak masyarakat dan ulama untuk bersama-sama mendukung program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menjadi prioritas bagi kehidupan rakyat, mulai dari pemberantasan korupsi, penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga berbagai program pembangunan lainnya.
“Safari Ramadan ini saya lakukan sebagai utusan khusus presiden untuk menyampaikan pesan-pesan kenegaraan, baik terkait dinamika politik dunia maupun persoalan yang ada di dalam negeri,” tegasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ibrohimy Galis, KH Ibrohim Muchlis, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mardiono beserta rombongan.
“Alhamdulillah, kedatangan beliau menjadi penjelasan bagi kami. Mudah-mudahan dengan doa-doa kita, insyaallah Indonesia tetap aman dan tenteram, meskipun kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
