Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa negaranya tidakingin berperang dengan pihak manapun, termasuk dengan AS. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi kembali menegaskan bahwa Teheran menolak tawaran mediasi sejumlah negara untuk berunding dengan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Dubes Boroujerdi saat, merujuk pada pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang menyatakan Indonesia siap untuk memfasilitasi dialog, agar kondisi keamanan dan kondusif dapat tercipta kembali dan kesediaan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator.
“Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” kata Dubes Boroujerdi, ditemui di kediamannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis (5/3).
Diplomat itu menegaskan bahwa Iran telah melalukan negosiasi dengan Amerika Serikat sebanyak tiga kali, dan selalu berujung Washington yang melanggar perjanjian atau melancarkan serangan.
Dia merinci, negosiasi pertama terkait nuklir yang telah mencapai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)—kesepakatan internasional mengenai program nuklir Iran yang dicapai pada 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia. AS kemudian menarik diri dari perjanjian.
“Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” ucapnya merujuk pada serangan Juni 2025 lalu.
Adapun negosiasi ketiga adalah yang ketika itu berlangsung dengan Oman bertindak sebagai mediator.
Delegasi Iran dan AS sedang melakukan negosiasi tak langsung putaran ketiga di Jenewa, Swiss, sebelum akhirnya operasi militer AS-Iran dilancarkan.
Merujuk pada negosiasi yang berakhir di tengah jalan, Dubes Boroujerdi menekankan bahwa untuk kali ini, Iran tidak akan membuka ruang negosiasi dan akan memperjuangkan kemenangan Iran.
“Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” ucapnya.
Selain Indonesia, Presiden Rusia, Vladimir Putin turut menyampaikan kesiapan untuk menjadi mediator.
Menurut pernyataan Kremlin, Putin menawarkan untuk bertindak sebagai perantara dengan menyampaikan keluhan UEA tentang serangan tersebut kepada Iran.
Pemimpin Rusia itu menyampaikan penawaran tersebut saat sedang melakukan panggilan telepon dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
