
Presiden Prabowo Subianto. (Istimewa)
JawaPos.com - Pengamat ekonomi Surya Vandiantara menilai narasi pemakzulan Presiden Prabowo Subianto sebagai tindakan tidak tepat. Dalih memburuknya ekonomi dianggap tidak tepat, karena tidak didukung data.
Surya mengatakan, kondisi sekarang tidak bisa disamakan dengan merosotnya ekonomi pada 1997/1998. Pada masa orde baru, inflasi umum mencapai 77,63 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
"Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan laporan BPS yang menunjukan tingkat inflasi pada Maret 2026 sekitar 3,48 persen (yoy). Artinya, terdapat perbedaan sebesar 74,15 persen dibanding dengan era krisis moneter 1997/1998," kata Surya, Minggu (12/4).
Akademisi Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini menyampaikan, defisit APBN Rp 240,1 triliun pada kuartal I 2026 tidak bisa dijadikan patokan tunggal mengukur kinerja pemerintah. Apalagi defisit APBN tersebut masih dalam batas aman.
Baca Juga:Unit Reskrim Polres Gresik Dalami Kasus Penipuan Rekrutmen PPPK, Minta Korban Berani Melapor
"UU No. 17/2003 menyatakan bahwa defisit APBN tidak boleh melebihi 3 persen dari PDB, sementara defisit APBN saat ini berada di angka 0,93 persen. Artinya, defisit masih dalam batas aman," jelasnya.
Dia meyakini, defisit APBN ini akan memacu pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan kontra-siklus itu digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Apabila pertumbuhan ekonomi bisa tercapai maksimal, maka tingginya produktivitas akan meningkatkan pendapatan negara hingga melampui belanja negara," sambungnya.
Di sisi lain, Surya berpendapat kalau negara tidak seharusnya menetapkan batas berdasarkan tingkat PDB yang sedang berjalan. Hal ini akan semakin menyebabkan negara tertekan dalam melaksanakan program.
"Negara seharusnya menentukan tingkat defisit APBN berdasarkan forecasting atau kajian feasibility sebuah program. jika ada program yang potensinya besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi, maka defisit bisa lebih lebar dari 3 persen selama itu mampu meningkatkan pendapatan negara melebihi jumlah defisit," tandasnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
