ILUSTRASI TAMBANG EMAS. (ISTIMEWA)
JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR RI, Mulyadi, meminta Menteri Pertahanan (Menhan) hingga Panglima TNI bertindak tegas terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tambang emas ilegal di Sumatera Barat (Sumbar). Pernyataan itu disampaikan menyusul terus berulangnya jatuhnya korban jiwa akibat praktik tambang ilegal di daerah tersebut.
Dalam rapat bersama jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI, pada Selasa (19/5), Mulyadi menyoroti masih maraknya aktivitas tambang ilegal meski pemerintah pusat telah berulang kali menegaskan komitmen penertiban. Ia menilai implementasi di lapangan belum berjalan maksimal, sehingga praktik tambang ilegal tetap berlangsung secara terbuka.
“Dan saya sudah beberapa kali rapat dengan Pak Menhan itu tegas, namun prakteknya di daerah saya, barusan juga sembilan orang meninggal di Solok Selatan, akibat tambang ilegal,” kata Mulyadi dihadapan Menhan dan Panglima TNI.
Ia juga mempertanyakan lemahnya pengawasan aparat di daerah terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilai berlangsung terang-terangan. Ia menyebut, mustahil aktivitas tersebut tidak diketahui oleh aparat setempat.
“Saya berkali-kali mendengar pidato Bapak Presiden itu waktu ada Pak Panglima ada Polri, dimana masa Kodimnya tidak tahu, Polresnya tidak tahu, kemana mereka, sementara tambang ilegal itu sangat nyata dan sangat terbuka dan saya pastikan ada yang membeking pak, saya tidak mengatakan A B C siapa yang membeking tapi pasti ada yang membeking,” ujarnya.
Legislator Fraksi Partai Demokrat itu menegaskan, ketegasan yang selama ini disampaikan pemerintah pusat harus benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. Karena itu, ia meminta jika ada oknum aparat yang terlibat membekingi maupun membiarkan praktik tambang ilegal segera ditindak tegas demi menghentikan jatuhnya korban jiwa.
“Jadi pidato Pak Menhan sangat luar biasa, tapi kita harapkan betul-betul implementasi yang di bawah ini betul-betul mohon kiranya bertindak tegas. Karena korban jiwa terus bertambah, berkali-kali pak kejadian di Sumatera Barat, meninggal pak, rutin,” tegasnya.
Mulyadi juga menyoroti modus yang digunakan para pelaku tambang ilegal dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat. Padahal, aktivitas tambang tersebut dijalankan menggunakan alat berat dalam jumlah besar yang tidak mungkin dikategorikan sebagai tambang rakyat biasa.
“Mereka berkamuflase seakan-akan ini kepentingan rakyat. Rakyat hanya dijadikan kamuflase dan modus padahal ratusan eskavator yang bergerak, masa tambang rakyat eskavator, jadi sekali lagi Sumatera Barat, Pak Menhan, Pak Panglima, Pak KSAD, kepala staf yang lain, mohon kiranya aktualisasi peran TNI ini betul-betul terwujud untuk mentertibkan hal-hal ini sudah bertahun-tahun tidak mampu ditertibkan,” pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
