
Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas membuka dialog bertajuk Pendidikan Tanpa Kekerasan Seksual, Ruang Aman Bukan Mimpi pada Sabtu (13/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan seperti kampus, sekolah, dan pondok pesantren, DPW PKB DKI Jakarta menyelenggarakan dialog bertajuk Pendidikan Tanpa Kekerasan Seksual, Ruang Aman Bukan Mimpi pada Sabtu (13/6).
Lewat dialog tersebut, Ketua DPW PKB DKI Hasbiallah Ilyas mendorong perbaikan agar tidak terjadi lagi kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Dalam sambutannya, dia mengaku resah dan sedih atas kasus-kasus yang mencuat belakangan ini.
Menurut Hasbiallah, fakta tersebut membuat dirinya merasa tersambar petir di siang bolong. Apalagi setelah mendengar berita bahwa kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren melibatkan para guru, ustaz, dan tidak jarang kyai hingga pengasuh para santri dan santriwati.
”Sangat pilu hati kita, di pesantren-pesantren banyak terjadi kekerasan seksual yang dulunya tidak pernah terjadi. Ini degradasi moral yang ada bukan hanya di kalangan pendidikan, tapi juga termasuk di kalangan pesantren,” kata dia.
Kondisi itu membuat masyarakat ketakutan. Buktinya, saat ini banyak orang tua yang berpikir berulang kali sebelum memutuskan untuk mengantarkan putra dan putri mereka melanjutkan studi di pondok pesantren. Bukan karena tidak ingin anak-anak mereka dididik secara islami, melainkan karena khawatir.
Maka tidak heran bila data dan tren menunjukkan jumlah peserta didik di pondok pesantren menurun. Untuk memulihkan dan memperbaiki kondisi tersebut, semua pihak harus bahu-mebahu. Bukan hanya kalangan pendidik dan lembaga pendidikan, masyarakat, pemerintah, dan partai politik punya tanggung jawab.
”Oleh karena itu, dari sekarang kita jadikan bahwa dunia pendidikan kita bersih dari kekerasan seksual, kita berikan anak-anak kita ini ruang aman sesuai dengan judul (dialognya), ruang aman bukan hanya mimpi,” ujarnya.
Selain dialog seperti yang dilakukan oleh DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah menilai, edukasi dan sosialisasi tentang kekerasan seksual harus terus dilakukan. Bila perlu berlangsung acara roadshow dari sekolah ke sekolah, dari pesantren ke pesantren. Sehingga upaya pencegahan tidak putus dilakukan.
”Kalau perlu kita turun ke sekolah-sekolah, terutama ke madrasah-madrasah,” kata politisi yang juga anggota DPR RI tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022