
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa dalam kunjungan kerja ke wilayah Indonesia Timur, pada Kamis (18/6). (Satwapres)
JawaPos.com - PDI Perjuangan mengkritisi sikap Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang mengajak lima mahasiswa dalam kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Indonesia Timur, mulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Papua. Menurutnya, kegiatan tersebut bukanlah bentuk apresiasi kepada mahasiswa, melainkan upaya untuk meredam sikap kritis kalangan kampus.
Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menilai publik tidak boleh melihat sikap Gibran tersebut secara sederhana. Ia menganggap ada kepentingan politik yang lebih besar di balik keterlibatan mahasiswa dalam agenda kunjungan kenegaraan tersebut.
“Jangan tertipu Gibran yang membawa 5 mahasiswa dalam kunjungan ke NTT hingga Papua, itu bukan apresiasi, itu operasi penjinakan,” kata Guntur Romli, Jumat (19/6).
Ia menganggap, langkah yang dilakukan Gibran merupakan bentuk penggunaan kekuatan lunak atau soft power untuk memengaruhi kalangan mahasiswa. Ia menilai, cara tersebut berpotensi mengubah peran mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai agen perubahan menjadi pendukung kekuasaan.
“Gibran sedang menjalankan soft power paling vulgar yang pernah dilakukan oleh seorang Wakil Presiden terhadap civitas akademika mengubah agen perubahan menjadi buzzer kekuasaan,” ujarnya.
Guntur berpendapat, mahasiswa seharusnya tetap berada pada posisi independen dan kritis terhadap pemerintah. Ia menegaskan, pemberian akses terhadap fasilitas negara berisiko mengikis jarak kritis yang selama ini menjadi karakter gerakan mahasiswa.
“Mahasiswa yang semestinya tetap kritis berada di luar pagar kini diajak masuk ke dalam fasilitas negara, naik pesawat dan fasilitas mewah lainnya, dan itulah tepatnya jebakan itu bekerja. Sekali kenyamanan protokoler itu dinikmati independensi runtuh, seketika itu pula laporan yang mereka hasilkan bukan lagi kritik, melainkan testimoni berbayar fasilitas,” tegasnya.
Guntur menuding langkah tersebut berpotensi memecah belah gerakan mahasiswa. Menurut dia, terdapat upaya sistematis untuk menciptakan perbedaan sikap di kalangan mahasiswa antara yang memilih berkolaborasi dengan pemerintah dan yang tetap mengambil posisi kritis.
“Gibran juga tengah memecah belah gerakan mahasiswa secara sistematis, ia menciptakan dua kubu dengan sengaja. Mereka yang memilih koperatif demi panggung instan, dan mereka yang tetap konsisten melawan di garis luar,” ucapnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
