
(kiri-kanan) Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman dan Direktur Utama Bank Mandiri Riduan memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).(Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini memiliki corak yang lebih demokratis dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Ia menekankan, penggunaan hukum sebagai instrumen kekuasaan kini tidak lagi terlalu dominan.
Pernyataan tersebut disampaikan Habiburokhman dalam rapat Komisi III DPR bersama kalangan advokat saat membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/9).
"Kalau kita lihat corak ya kan ya, pemerintahan Pak Prabowo saat ini dengan sebelumnya, mohon maaf, sekarang jauh lebih demokratis. Gejala menjadikan hukum sebagai alat kekuasaan menurut saya sekarang jauh lebih ringan daripada pemerintahan sebelumnya," kata Habiburokhman.
Dalam rapat tersebut, Habiburokhman turut menceritakan pengalamannya ketika masih berada di luar pemerintahan. Menurut dia, posisi sebagai oposisi membuat dirinya memahami bagaimana dampaknya ketika hukum digunakan untuk kepentingan politik dan kekuasaan.
Ia mengungkapkan, pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan RUU Perampasan Aset. Habiburokhman mengaku khawatir aturan tersebut kelak digunakan secara tidak semestinya oleh pihak yang memiliki kekuasaan.
"Saya pernah di oposisi juga sebelum saya di pemerintahan, pendukung partai pemerintah. Sakit sekali rasanya ketika hukum jadi alat politik, alat kekuasaan. Bagaimana kelak ketika kita tidak di kekuasaan, undang-undang ini digunakan oleh orang yang berkuasa untuk alat kekuasaannya? Itulah yang selalu kami pikirkan," jelasnya.
Karena itu, Habiburokhman mengatakan Komisi III DPR perlu memastikan substansi RUU Perampasan Aset memiliki mekanisme yang dapat mencegah penyalahgunaan kewenangan.
Menurutnya, pembentuk undang-undang tidak boleh hanya melihat posisi politik dan kekuasaan yang sedang dimiliki saat ini. Sebaliknya, perspektif masyarakat biasa maupun kelompok yang berada di luar pemerintahan juga harus menjadi pertimbangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
