
Bangkai seekor anak gajah liar ditemukan di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I, Kamis (26/2). (Istimewa)
JawaPos.com - Kerja keras Polda Riau dalam mengungkap kasus kematian gajah Sumatera di Blok C99, Kawasan Konsesi PT RAPP, Kabupaten Pelalawan berbuah hasil. Sebanyak 15 orang tersangka berhasil ditangkap. Namun, masih ada tiga orang yang masih buron.
Berdasar pendalaman, polisi mendapatkan informasi bahwa belasan tersangka tersebut beroperasi di bawah jaringan perburuan satwa liar. Gajah Sumatera adalah salah satu satwa liar yang menjadi target jaringan lintas provinsi tersebut. Awal bulan lalu, mereka beraksi di Pelalawan.
’Setelah bangkai gajah ditemukan pada 2 Februari 2026, tim gabungan langsung melakukan olah TKP. Pada 4 Februari dilakukan nekropsi oleh dokter hewan BBKSDA Wilayah Riau dan ditemukan serpihan tembaga di tengkorak kepala yang menguatkan kematian akibat luka tembak,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir pada Selasa (3/3).
Jenderal bintang dua Polri itu mengungkapkan bahwa penyidikan kasus tersebut menggabungkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), analisis balistik, digital forensik, analisis GPS collar, serta pemetaan jaringan pelaku perburuan satwa liar di Sumatera.
”Kami memastikan konstruksi perkara kuat secara hukum dan berbasis bukti ilmiah,” imbuhnya.
Secara tegas Isir menyampaikan bahwa kini kejahatan terhadap satwa liar dilindungi berkembang menjadi jaringan terstruktur. Para tersangka berorganisasi dan membagi peran secara sistematis. Mulai dari eksekutor, pemodal, perantara, kurir, hingga penadah.
“Dengan 15 tersangka yang telah diamankan dan tiga DPO yang masih diburu, negara menegaskan komitmennya untuk hadir, menindak, dan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia dari praktik ilegal yang merusak masa depan,” tegas Isir.
Berdasar aturan dan ketentuan dalam undang-undang, para tersangka terancam hukuman hingga 15 tahun penjara. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan, peristiwa yang terjadi di Riau bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari pola perburuan terorganisir.
”Gajah Sumatera bukan sekadar satwa liar. Dia penjaga ekosistem. Ketika dia dibunuh demi keuntungan ekonomi sesaat, maka yang rusak bukan hanya satu individu, tetapi keseimbangan alam,” ucap dia.
Menurut Herry, perburuan gajah Sumatera di Riau sudah terjadi sejak 2024. Secara keseluruhan sudah ada sembilan lokasi perburuan gajah Sumatera di wilayah Ukui dan sekitarnya. Untuk itu, Polda Riau bekerja sangat serius untuk menghentikan perburuan tersebut.
”Kami memperkuat patroli terpadu dan patroli sapu jerat di kawasan rawan,” tegasnya.
Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro menyampaikan bahwa penembakan gajah Sumatera terjadi pada 25 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Pelaku berinisial AN yang kini masih buron menembak gajah dua kali pada bagian kepala.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
