
Photo
JawaPos.com – Pada 27 Februari 2010, Portsmouth menjadi klub Premier League pertama yang dinyatakan bangkrut. Selain hukuman pemotongan 9 poin, Pompey –julukan Portsmouth– juga mengakhiri musim dengan finis di dasar klasemen. Dua tahun berselang, Pompey yang bermain di Championship kembali dinyatakan bangkrut karena menunggak utang GBP 4 juta atau Rp 74,5 miliar.
Cerita itu kembali membayangi Pompey musim ini. Apalagi setelah EFL selaku penyelenggara League One, kompetisi kasta ketiga Inggris yang diikuti Pompey, memberi sinyal penghentian kompetisi karena pandemi korona.
Menurut CEO Pompey Mark Catlin, estimasi pemasukan dari prize money dan hak siar televisi senilai lebih dari GBP 2,5 juta (Rp 46,5 miliar) terancam melayang. ”Klub ini terlalu bergantung kepada (kucuran dana, Red) pemilik. Ketika datang situasi sulit (pandemi Covid-19 yang membuat kompetisi terhenti, Red), kami kelimpungan,” ucap Catlin kepada Portsmouth News.
Sebagai catatan, pemilik Pompey Michael Eisner baru membeli klub yang pernah menjuarai empat kompetisi kasta teratas di Inggris itu tiga tahun silam. Juga, mantan CEO The Walt Disney Company tersebut sudah mengeluarkan lumayan banyak biaya untuk membantu Pompey tetap kompetitif di League One tiga musim terakhir. Bahkan, klub yang pernah mencapai masa keemasan pada 2006 dengan nama-nama seperti David James, Glen Johnson, Sol Campbell, Niko Kranjcar, hingga Nwankwo Kanu itu punya peluang promosi ke Championship musim ini.
Selain Pompey, klub Bundesliga SV Werder Bremen juga berada di ambang kebangkrutan. Runner-up edisi pertama Europa League (2008–2009) itu pun terpaksa mendobrak prinsipnya. Yakni, mengajukan pinjaman ke bank. ”Sepanjang sejarah klub (yang sudah berusia 121 tahun, Red), baru kali ini kami berutang,” ungkap CEO Werder Klaus Filbry kepada Rotenburger-Rundschau.
Die Werderaner –julukan Werder Bremen– mengajukan utang ke bank milik pemerintah, KfW Bank. Jumlah pinjamannya disebut mencapai EUR 10 juta (Rp 165,3 miliar). ”Kami harus melakukannya (berutang, Red) untuk menutup utang. Jika tidak, kami bisa hancur di akhir tahun,” imbuh Filbry.
Filbry mengklaim, sekalipun Bundesliga musim ini dilanjutkan dengan penonton, Werder masih merugi EUR 20 juta (Rp 330,7 miliar). Kerugiannya bisa lebih dari dua kali lipat seandainya laga dihelat tanpa penonton. Di sisi lain, pemasukan dari sponsor turun separo, sedangkan hak siar televisi mungkin hanya kebagian 25 persen. Itu pun seandainya sukses dalam negosiasi. ”Belum termasuk uang tiket musiman yang harus dikembalikan kepada fans kami seandainya kompetisi tidak berlanjut,” kata Filbry.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022