
Italy
JawaPos.com-Nasionalisme dijunjung tinggi oleh Antonio Conte dan Jamie Carragher. Mereka memiliki suara hati untuk mendukung negara masing-masing jadi kampiun Euro kali ini. Bedanya, prediksi yang dilontarkan Conte jauh lebih mantap daripada Carragher.
Sebagaimana dilansir Football Italia, The Godfather –julukan Conte– optimistis Gli Azzurri bisa mempermalukan Inggris di Wembley Stadium, London. Alasannya, pemain Italia unggul pengalaman.
Mantan pelatih Italia pada Euro 2016 itu merujuk kepada duet bek tengah veteran Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Dua pemain itu sudah berkolaborasi dalam 325 laga di semua ajang. Baik di level klub maupun internasional.
Conte juga mengatakan bahwa kiprah Italia di sejak fase knockout lebih teruji daripada Inggris. Italia mengalahkan dua tim yang masuk bursa juara. Yakni, Belgia pada perempat final (3/7) dan Spanyol di semifinal empat hari berselang.
Dua laga itu juga dijalani Italia di luar kandang. Masing-masing di Muenchen, Jerman, dan London, Inggris.
Secara implisit, rentetan fakta itu membuat pelatih yang membawa Inter Milan scudetto musim lalu tersebut yakin bahwa Italia bisa menuntaskan perlawanan Inggris dalam waktu normal. Dia juga menyoroti taktik direct football Italia bisa membunuh Inggris.
Ya, pada Euro kali ini, tim asuhan Roberto Mancini itu memang tidak terlalu dominan di penguasaan bola. Dari enam laga, Italia rata-rata hanya membukukan 52,1 persen.
Mereka juga kalah telak dari Spanyol dengan perbandingan 35 persen dan 65 persen penguasaan bola. Tetapi, Spanyol terbukti hanya mencetak satu gol dan harus keok. Untuk hal itu, Inggris memang sedikit unggul dari Italia dengan rata-rata 53,1 persen per laga.
”Inggris memiliki dua gelandang powerful pada Declan Rice dan Kalvin Phillips yang bisa menyeimbangkan permainan. Hanya, mereka sangat jarang melepaskan bola panjang yang bisa jadi handicap. Tetapi, kelemahan terbesar mereka adalah lini belakang yang kerap gugup jika mengalami pressing ketat sejak di pertahanan sendiri,” ujar Conte.
Seolah merujuk prediksi Conte, Carragher berpendapat bahwa laga bakal berjalan ketat dan berujung adu penalti yang dimenangi Inggris. Salah satu penyebabnya, dua tim yang sama-sama lelah setelah semifinal yang semuanya melalui perpanjangan waktu. Hal itu membuat Inggris dan Italia bakal bermain rapi dan hati-hati pada laga dini hari nanti.
Pandit Sky Sports itu yakin bahwa Inggris bisa pecah telur kalahkan Italia kali pertama di turnamen mayor. Dalam empat pertemuan sebelumnya, Three Lions selalu kalah. Yakni, di fase grup Piala Dunia 2014, perempat final Euro 2012, perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 1990, dan fase grup Euro 1980.
”Italia memiliki lini belakang yang sangat tangguh, Inggris juga (dengan baru kebobolan satu gol, Red). Aku rasa laga berakhir 1-1 sebelum Inggris memenanginya di adu penalti. Final ideal,” ucap Carragher.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
