
KAPTEN NAN IMAJINATIF: Franz Beckenbauer saat membela Jerman Barat melawan Swedia di Piala Dunia 1974.
JawaPos.com – Andy Warhol, seniman besar itu, pernah menggambarnya. Istri Aga Khan, mantan penguasa Pakistan, salah satu kawan diskusinya. Dan, di sebuah studio di New York, dia pernah berjoget bareng vokalis Rolling Stones Mick Jagger.
Demikian kosmopolitannya Franz Beckenbauer di saat Jerman, setidaknya pada masa aktifnya sebagai pemain 1960-an sampai 1980-an, masih sangat ”monolitik”.
Uli Hesse, penulis buku The Three Lives of the Kaiser, menyebutkan, butuh sekitar tiga dekade bagi warga Jerman sampai akhirnya benar-benar memahami dan mencintai pesepak bola terbaiknya itu.
Jalan hidup Beckenbauer yang tutup usia di Salzburg, Austria, (7/1) dalam usia 78 tahun itu memang hidup yang dipenuhi lampu sorot. Tak hanya karena skill serta prestasinya, baik sebagai pemain maupun pelatih. Tapi juga karena persistensinya untuk ”melampaui pagar”.
Orang kedua setelah legenda Brasil Mario Zagallo yang menjuarai Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih itu adalah pendefinisi paling awal tentang apa itu libero atau ausputzer. Posisi bebas di sektor pertahanan.
Meski mengawali karier di Munich 1860 sebagai kiri luar, bagi Der Kaiser atau Sang Kaisar, demikian Beckenbauer dijuluki, posisi paling penting di sepak bola justru di pertahanan. ”Di masa itu sistem man-to-man marking masih sangat dominan. Bermain 90 menit terus dikuntit orang dan sesekali ditekel di betis bukanlah sepak bola yang saya inginkan,” kata peraih dua Balon d’Or itu dalam sebuah wawancara seperti dilansir situs resmi FC Bayern Munchen, klub nyaris bangkrut di masa awal Bundesliga yang dia bawa ke percaturan elite Eropa (8/7).
Franz Beckenbauer.
Saat sepak bola Jerman masih sangat ”text book”, bermodal utama kolektivitas dan kedisiplinan, Beckenbauer bermain menggunakan imajinasi. Dari jantung pertahanan, kapten Jerman saat menjuarai Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974 tersebut selalu percaya diri membawa bola, mendiktekan tempo, sebelum melepas umpan-umpan panjang yang brilian, atau turut merangsek sampai mendekati area penalti lawan. ”Begitu elegannya dia sampai tidak terlihat seperti orang Jerman,” kata Karl-Heinz Rummenigge, mantan bintang Jerman lainnya, seperti dikutip AFP.
Yang juga sangat di luar pagar darinya adalah kebiasaan mengeksekusi bola dengan bagian luar telapak kaki atau dikenal di sini sebagai tendangan efek. Baik untuk mengumpan maupun menendang. Sebuah pilihan tak biasa yang menuntut keterampilan teknik khusus.
Dalam usia 31 tahun, setelah 13 tahun berkostum Bayern Munchen yang dia bawa empat kali jawara Eropa, Beckenbauer pindah ke New York Cosmos, saat liga sepak bola di Amerika Serikat mulai bergairah. ”Itu keputusan terbaik dalam hidup saya,” katanya suatu saat.
New York memberinya kesempatan untuk bernapas, tidak terus-terusan di bawah lampu sorot. Di sana pelatih Jerman saat menjuarai Piala Dunia 1990 itu bertemu Pele, berkenalan dengan Warhol, dan bersahabat dengan Jagger. (ren/c9/ttg)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022