
LEGENDA: Kisah dua bersaudara Yaya Toure dan Kolo Toure yang jadi andalan di klub masing-masing dan Timnas Pantai Gading. (FIFA)
JawaPos.com – Edisi ke-34 Piala Afrika 2023 menjadi saksi pertemuan empat bersaudara dari Mauritania, menambah daftar panjang saudara kandung yang bersama-sama berlaga di panggung prestisius ini.
Mauritania Memberi Debut 4 Bersaudara
Pada edisi terbaru Piala Afrika 2023, Mauritania menyajikan kisah menarik dengan kehadiran empat saudara laki-laki: Nouh Mohamed El Abd, Sidi Ahmed Mohamed El Abd, Lamine Ba, dan El Hadji Ba. Mereka membentuk ikatan kuat di lapangan, mewakili negara mereka dengan kebanggaan dan semangat juang.
Hassan Bersaudara: Gelar Ganda dan Kepemimpinan
Sejarah Piala Afrika juga mencatat prestasi luar biasa dari Hassan bersaudara, khususnya Hossam dan Ibrahim Hassan dari Mesir. Keduanya mencapai puncak dengan meraih dua gelar Piala Afrika secara bersamaan pada 1986 dan 1998. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi pilar di lapangan, tetapi juga simbol kepemimpinan dan dedikasi bagi Timnas Mesir.
Toure Bersaudara: Dari Liga Premier Inggris ke Puncak Piala Afrika
Kisah sukses lainnya datang dari Toure bersaudara, Kolo dan Yaya Toure dari Pantai Gading. Meskipun mereka adalah rekan satu tim dan rival di Liga Utama Inggris, momen puncak mereka datang saat bersama-sama memenangkan Piala Afrika pada 2015. Mereka tidak hanya menjadi pesaing tangguh di lapangan, tetapi juga saudara yang merayakan kejayaan bersama.
Ayew Bersaudara: Putra Abedi Pele di Panggung Piala Afrika
Di Ghana, nama Ayew bersaudara, Andre dan Jordan, menjadi bagian integral dari sejarah Piala Afrika. Pada edisi 2023, mereka bersiap untuk bermain bersama untuk keenam kalinya. Meskipun belum berhasil meraih gelar bersama, kehadiran mereka di panggung Piala Afrika tetap menginspirasi dan menarik perhatian pencinta sepak bola di seluruh dunia.
Biyik Bersaudara: Keahlian Berbeda, Prestasi Bersama
Biyik bersaudara, Andre Kana Biyik dan Francois Omam Biyik dari Kamerun, menunjukkan bahwa keahlian yang berbeda dapat bersatu dalam meraih sukses. Keduanya membela Kamerun di tiga edisi Piala Afrika bersama-sama, menciptakan sejarah dengan kontribusi unik mereka di lapangan.
Kisah Lain di Pentas Piala Afrika
Selain itu, sejumlah bersaudara lainnya telah meninggalkan jejak mereka di Piala Afrika. Ba bersaudara dari Burkina Faso, Alain dan Traore, meraih medali perunggu pada 2017. Katongo bersaudara dari Zambia, Christopher dan Felix, menjadi bagian dari perjalanan Zambia meraih gelar Piala Afrika pada 2012.
Pesan dari Lapangan Hijau: Persaudaraan dan Kejayaan
Pada akhirnya, kisah saudara kandung di pentas Piala Afrika tidak hanya tentang prestasi sepak bola, tetapi juga menggambarkan persaudaraan, kebersamaan, dan semangat juang. Meskipun berasal dari negara dan latar belakang yang berbeda, mereka bersatu untuk menciptakan kenangan tak terlupakan dan menginspirasi generasi mendatang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022