
AC Milan vs Cagliari Seri, Sergio Conceicao murka dan sebut ini pengalaman terburuk selama kariernya. (Dok. Antonio Calanni/AP Photo)
JawaPos.com - Tugas pertama Sergio Conceicao di Serie A berakhir antiklimaks. Pada laga AC Milan vs Cagliari di San Siro, Minggu (12/1) dini hari WIB, kedua tim bermain imbang 1-1.
Bermain seri pada laga pertama Serie A membuyarkan harapan tinggi fan AC Milan. Maklum saja ekspektasi mereka sudah memuncak usai Sergio Conceicao mempersembahkan gelar Supercoppa Italia.
Cagliari dianggap lawan yang relatif mudah ditaklukkan, sehingga tidak ada alasan untuk Milan gagal menang. Namun, apa yang terjadi kemudian justru membuat Conceicao murka.
Menurutnya, I Rossoneri tampil sangat buruk di babak pertama. Selama 13 tahun menjadi pelatih, ia melihat ini pengalaman terjeleknya.
“Saya berharap lebih banyak di setiap area. Melihat kualitas skuat yang saya punya, babak pertama mungkin merupakan yang terburuk yang pernah saya alami dalam 13 tahun menjadi pelatih,” kata Sergio Conceicao kepada Sky Sport Italia.
“Kami tidak bersemangat, tempo permainan terlalu lambat. Cagliari menempatkan semua orang di sepertiga akhir untuk mempertahankan gawang, itulah strategi mereka,” ia menambahkan.
Kedua gol di San Siro dini hari tadi tercipta pada babak kedua. AC Milan membuka keunggulan lewat sontekan Alvaro Morata menit ke-51.
Hanya berselang tiga menit, Cagliari menyamakan kedudukan. Tendangan keras Nadir Zortea gagal diantisipasi Mike Maignan.
Dari segi permainan, Il Diavolo Rosso juga jauh lebih baik. Yang menjadi penyebab mereka tak mampu mencetak gol kedua adalah cara Cagliari yang membuang-buang waktu.
“Babak kedua lebih baik, kami melepaskan 25 tembakan ke gawang, Cagliari mulai membuang-buang waktu. Saya sadar itu adalah strategi di Italia, tidak ada masalah. Tapi wasit harus memberikan waktu tambahan lebih dari lima menit,” sambung Sergio Conceicao.
“Ini bukan alasan, juga bukan karena kelelahan akibat Supercoppa. Kami seharusnya bisa berbuat lebih banyak. Ini merupakan faktor yang tidak bisa saya abaikan,” tutup pelatih AC Milan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
