Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2025 | 04.10 WIB

Juventus Terpuruk, Thiago Motta Marah Besar Usai Kekalahan Memalukan dari Empoli di Coppa Italia

Pelatih Juventus Thiago Motta. - Image

Pelatih Juventus Thiago Motta.

JawaPos.com- Juventus kembali mengalami mimpi buruk di musim ini setelah tersingkir secara mengejutkan oleh Empoli di perempat final Coppa Italia. Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu, Bianconeri harus mengakui keunggulan Empoli dalam drama adu penalti dengan skor 4-2.

Kekalahan ini semakin memperburuk situasi Juventus, yang sebelumnya juga tersingkir dari Liga Champions setelah dikalahkan PSV dengan agregat 4-3 di babak playoff sebelum 16 besar. Dengan peluang juara Serie A yang semakin menipis, Coppa Italia menjadi satu-satunya harapan Juventus untuk mengangkat trofi musim ini. Namun, harapan itu kini pupus.

Pelatih Juventus, Thiago Motta, tak bisa menyembunyikan kemarahannya. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, ia melontarkan kritik pedas terhadap timnya dan bahkan menyebut bahwa Juventus telah mencapai titik terendah.

"Saya merasa malu. Saya berharap para pemain juga merasa demikian. Anda bisa melakukan kesalahan, tapi tidak seperti ini. Sikap kami di babak pertama sangat memalukan. Ini kesalahan saya karena saya gagal membuat para pemain memahami betapa pentingnya mengenakan seragam Juventus di semifinal," ungkapnya. 

Motta bahkan berharap kritik yang datang akan lebih keras terhadap timnya. Ia menyesalkan mentalitas para pemain yang dinilainya tidak pantas untuk Juventus.

Tak hanya buruk di lapangan, situasi internal Juventus juga sedang memanas. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, hubungan Motta dengan beberapa pemain kunci semakin merenggang dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu pemain yang dikabarkan tidak puas dengan kepemimpinan Motta adalah Dusan Vlahovic. Sebelum Piala Super Italia, Motta sempat mengkritik sikap striker Serbia tersebut, yang kemudian harus absen dari skuat selama beberapa pekan.

Selain itu, pemain seperti Fagioli dan Danilo dijual pada bursa transfer Januari, sementara Douglas Luiz secara terbuka mengakui adanya kesalahpahaman dengan sang pelatih di awal musim. Isu kepemimpinan juga menjadi masalah besar, dengan Motta kerap merotasi ban kapten dan menurunkan Federico Gatti dari hierarki tim.

Laporan Gazzetta juga menyebutkan bahwa meskipun para pemain mengapresiasi taktik Motta, mereka tidak menyukai metode keras yang diterapkannya. Motta bahkan menuding beberapa pemain hanya menuntut tanpa memberikan balasan.

Nama-nama seperti Teun Koopmeiners, Nico Gonzalez, dan Vlahovic disebut sebagai pemain yang menjadi sorotan Motta. Dua di antaranya ditarik keluar di babak kedua melawan Empoli dan mendapatkan cemoohan dari publik Allianz Stadium, sementara Vlahovic tetap bermain 90 menit tetapi gagal mencetak gol dalam adu penalti.

Dengan situasi yang semakin pelik, Motta kini berada dalam tekanan besar. Meskipun Juventus finis di empat besar Serie A, itu belum tentu cukup untuk menyelamatkan posisinya sebagai pelatih musim depan.

Kini, fokus Juventus hanya tertuju pada bagaimana mereka bisa bangkit di Serie A. Mereka akan menghadapi Verona pada Senin, 3 Maret mendatang, dengan harapan bisa menyelamatkan musim yang kian suram. Namun, dengan kondisi ruang ganti yang semakin tidak kondusif, kendali Motta  atas Juventus tentu perlu dipertanyakan.

Editor: Hendra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore