Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Maret 2025 | 20.30 WIB

FIFA Terapkan Aturan Baru: Kiper Hanya Boleh Pegang Bola 8 Detik, Jika Lebih Hukumannya Sepak Pojok!

Ernando Ari tengah berada dalam musim terberatnya di Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com - Sepak bola akan mengalami perubahan signifikan dengan aturan baru yang membatasi waktu kiper dalam memegang bola. FIFA dan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) resmi mengesahkan regulasi ini dalam pertemuan di Irlandia Utara pada Sabtu (1/3). Tujuan utama dari perubahan ini adalah untuk mengurangi penguluran waktu yang kerap dilakukan oleh kiper dalam pertandingan.

Dalam aturan yang baru disepakati, kiper hanya diperbolehkan memegang bola maksimal selama 8 detik dalam situasi permainan aktif. Jika batas waktu tersebut terlewati, wasit akan memberikan peringatan dengan hitungan mundur selama 5 detik. Jika kiper tetap tidak melepaskan bola dalam periode tersebut, tim lawan akan diberikan sepak pojok sebagai bentuk hukuman.

Aturan ini berbeda dari regulasi sebelumnya, di mana kiper hanya diperbolehkan memegang bola selama 6 detik, dan jika dilanggar, tim lawan mendapatkan tendangan bebas tidak langsung. Namun, aturan lama ini dianggap jarang ditegakkan, sehingga FIFA merasa perlu untuk memperbaruinya agar lebih efektif dalam mencegah permainan negatif.

Sebelum resmi diberlakukan, aturan ini telah melalui tahap uji coba dalam lebih dari 400 pertandingan di tiga kompetisi berbeda, termasuk Premier League 2 (kompetisi untuk tim U-21 Liga Inggris).

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa hasil uji coba menunjukkan efektivitas aturan baru ini dalam menjaga tempo permainan.

"Kami telah melakukan uji coba dan hasilnya sangat positif. Para wasit bahkan jarang harus memberikan aba-aba untuk hukuman sepak pojok karena kiper lebih disiplin dalam mengontrol waktu," ujar Grafstrom kepada BBC.

Salah satu alasan utama di balik penerapan aturan ini adalah mengurangi permainan negatif dan membuang-buang waktu. Dalam banyak pertandingan, kiper sering kali sengaja menahan bola lebih lama untuk memperlambat tempo permainan, terutama ketika timnya sedang unggul.

FIFA dan IFAB berharap aturan baru ini dapat:

1. Meningkatkan dinamika pertandingan agar permainan lebih mengalir dan tidak terhambat oleh taktik membuang waktu.

2. Mendorong kiper untuk lebih cepat mengalirkan bola dan memulai serangan balik dengan efektif.

3. Memberikan sanksi yang lebih tegas bagi kiper yang sengaja melanggar aturan, sehingga regulasi benar-benar ditegakkan di lapangan.

Aturan ini dijadwalkan untuk mulai diterapkan secara resmi dalam seluruh kompetisi di bawah naungan FIFA, dengan debut implementasi pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025. Turnamen tersebut akan berlangsung di Amerika Serikat dari 14 Juni hingga 13 Juli 2025 dan menjadi ajang pertama di mana aturan ini diuji di kompetisi tingkat tertinggi.

Setelah itu, regulasi ini diharapkan akan diterapkan di liga-liga domestik di seluruh dunia mulai musim 2025/2026.

Beberapa pelatih dan pemain memberikan respons beragam terhadap aturan ini. Kiper Arsenal, David Raya, mengaku bahwa aturan ini menuntut penjaga gawang untuk lebih cepat berpikir dan mengambil keputusan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore