Xabi Alonso (kiri) dan Pep Guardiola saat di Bayern Munchen. (Dok. BBC)
JawaPos.com – Pertemuan Bayern Munchen versus Bayer Leverkusen di 16 besar Liga Champions Kamis (6/3) dini hari di Allianz Arena, Munchen menjadi laga sarat gengsi. Selain bentrok sesama tim Jerman, pelatih di kedua klub adalah mewakili pelatih muda yang mewakili generasinya.
Vincent Kompany (38 tahun) yang jadi pelatih Bayern. Sementara Xabi Alonso (43 tahun) yang mengarsiteki Bayer.
Kedua nama pelatih itu juga punya ikatan masa lalu yang sama. Keduanya sama-sama jadi ‘murid’ Pep Guardiola dan memenangi titel bersamanya.
Alonso main di bawah Guardiola yang melatih Bayern. Di era Guardiola, Alonso tampil 79 kali dengan kontribusi 6 gol dan 8 umpan gol musim 2014-2015 dan 2015-2016.
Alonso memenangi 4 piala ketika jadi anak buah Guardiola. Yaitu 2 trofi Bundesliga, 1 gelar DFB Pokal, dan 1 piala DFL-Supercup.
Sedang Kompany jadi kapten tim Guardiola di Manchester City periode 2016-2017, 2017-2018, dan 2018-2019. Kompany memenangi 6 piala bersama Guardiola. Yaitu 2 trofi Liga Inggris, 1 Piala FA, 2 Piala Liga Inggris, dan 1 piala FA Community Shield.
Nah, dalam wawancara dengan BBC, Alonso berkata Pep adalah salah satu pelatih yang gaya melatihnya dipelajarinya. Alonso memperkaya ilmu kepelatihannya dengan belajar dari Jose Mourinho, Vicente Del Bosque, hingga Rafael Benitez.
“Tentu saja saya telah banyak belajar dari mereka semua. Saya cukup beruntung bisa merasakan pengalaman di klub-klub hebat, dengan para pemain hebat, rekan setim yang luar biasa, dan pelatih-pelatih hebat,” kata Alonso
“Pep (Guardiola) itu sosok sangat spesial. Sebagai seorang manajer, dia memahami dan membaca sepak bola dengan sangat baik, termasuk detail-detail kecil—mengapa sesuatu terjadi dan apa yang harus dilakukan tim untuk mengendalikan atau menciptakan ancaman bagi lawan,” terang Alonso.
Sedangkan Kompany seperti ditulis Goal banyak meniru konsep tim Guardiola dalam membangun serangan lewat dominasi penguasaan bola. faktanya persentase penguasaan bola Bayer selalu di atas 50 persen.
Misal saat lawan Heidenheim Desember 2024, di mana Bayern memainkan 988 umpan dalam 90 menit. "Angka umpan tim Kompany hanya kalah oleh Bayern era Guardiola yang pernah melakukan 1.109 umpan lawan Hertha Berlin pada Maret 2014," tulis Goal.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
