Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 17.28 WIB

Analisis Taktik Premier League: Fleksibilitas dan Inovasi Pelatih

Ilustrasi sepak bola. - Image

Ilustrasi sepak bola.

JawaPos.com - Musim 2024/2025 Premier League menyuguhkan evolusi taktik yang signifikan, mencerminkan adaptasi pelatih terhadap dinamika permainan modern. Berikut adalah analisis mendalam mengenai tren taktik dominan yang membentuk jalannya kompetisi:

1. Dominasi Formasi 4-2-3-1 dan Fleksibilitas Struktural

Formasi 4-2-3-1 menjadi pilihan utama bagi lebih dari separuh klub Premier League musim ini. Formasi ini menawarkan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, dengan dua gelandang bertahan memberikan stabilitas dan seorang playmaker mendukung lini depan.

Nottingham Forest dan Brighton menunjukkan variasi dalam penerapan formasi ini, dengan Brighton bertransisi ke 4-1-2-3 saat menguasai bola, memanfaatkan peran false nine untuk menciptakan ruang dan kombinasi serangan.

2. Penurunan Intensitas Pressing Tinggi

Data menunjukkan penurunan dalam pressing tinggi di musim ini. Rata-rata pressing sequence per 90 menit menurun dari 12,84 menjadi 11,71, dan possession won di sepertiga akhir lapangan juga menurun.

Beberapa tim, seperti Arsenal dan Chelsea, memilih pendekatan mid-block untuk menutup jalur umpan ke lini tengah lawan, mengurangi jumlah sentuhan gelandang lawan secara signifikan.

3. Evolusi Strategi Bola Mati dan Distribusi Kiper

Terdapat pergeseran dalam strategi bola mati, dengan 18 dari 20 tim lebih memilih corner inswinger dibanding outswinger. Liverpool, misalnya, menggunakan 48 inswinger dibanding hanya 9 outswinger.

Selain itu, distribusi bola oleh kiper juga berubah, dengan peningkatan signifikan dalam penggunaan umpan pendek dari 44,6 persen pada 2021/22 menjadi 54,9 persen di musim ini.

4. Variasi dalam Pendekatan Pressing dan Efektivitasnya

Bournemouth menonjol dengan pressing tinggi yang efektif, menghasilkan 298 high turnovers dengan 20,8 persen berujung pada tembakan. Sebaliknya, Arsenal dan Tottenham mengalami kesulitan mengonversi high turnovers menjadi peluang, dengan persentase tembakan dari situasi tersebut berada di bawah 13 persen.

5. Peran Wing-Back dan Overload di Sisi Lapangan

Tim-tim seperti Tottenham dan Arsenal memanfaatkan peran wing back untuk menciptakan overload di sisi lapangan. Tottenham, di bawah Ange Postecoglou, menggunakan formasi 3-5-2 dengan wing back yang aktif menyerang, menciptakan keunggulan numerik di sayap. Arsenal, dengan pendekatan yang lebih seimbang, juga memanfaatkan peran wing back dalam fase menyerang dan bertahan.

6. Kembalinya Formasi 4-4-2 dan Fokus pada Set-Piece

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore