
Lamine Yamal mengenakan nomor punggung baru di Barcelona. (Dok. Barcelona)
JawaPos.com - Nomor punggung 10 di Barcelona merupakan simbol keramat yang punya makna besar bagi sejarah klub. Lebih dari sekadar angka, nomor ini juga mempunyai arti kejayaan, talenta, dan tanggung jawab besar di atas lapangan.
Para pemakai sebelumnya sudah layak masuk ke dalam kelas Hall of Fame Barcelona, namun ada beberapa yang harus bersusah payah memikul beban tersebut.
Pemegang terakhir, Ansu Fati, tampaknya ditakdirkan untuk menerima tanggung jawab yang sama dengan mereka yang datang sebelumnya, ketika Barcelona memberinya tanggung jawab besar untuk menggantikan Lionel Messi sebagai pemain nomor 10.
Namun, cedera membuat Fati tidak dapat memenuhi janji yang diucapkannya di awal karier seniornya, dan kini membuatnya angkat kaki dari Camp Nou untuk kembali menata kariernya bersama klub Prancis, AS Monaco.
Untungnya, Barcelona tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan talenta berikutnya yang akan muncul dalam satu generasi, dengan kecemerlangan Lamine Yamal yang luar biasa, sehingga kepergian Fati yang begitu cepat tidak pernah menghantui klub.
Nomor ini telah diwariskan oleh banyak nama besar dalam sejarah klub. Beberapa di antaranya bahkan sudah menjadi legenda yang menginspirasi generasi berikutnya.
Setiap pemain yang mengenakan nomor ini punya gaya bermain khas dan peran penting. Mereka tampil menonjol dalam berbagai momen penting Barcelona.
Mundur jauh ke belakang, menurut laporan Transfermarkt, pemain bernama Henry Morris merupakan orang pertama yang mengenakan nomor punggung 10 di Barcelona pada musim 1901-02-hanya beberapa tahun setelah klub ini terbentuk.
Namun, catatan pertama untuk kostum bernomor punggung baru muncul pada tahun 1911. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa pemain asal Filipina, Paulino Alcantara, adalah pemain pertama Barcelona yang mengenakan kostum keramat tersebut.
Paulino Alcantara dikenal sebagai penyerang bertubuh mungil dan salah satu pemain terhebat Barca, mencetak 395 gol dalam 399 pertandingan selama dua periode yang sangat sukses.
Dengan demikian Alcantara adalah seorang pelopor yang tepat, tetapi dia mungkin tidak diharuskan mengenakan nomor tersebut secara rutin. Nomor punggung tidak diperkenalkan di sepak bola Spanyol hingga tahun 1947, sehingga pemain hebat pertama yang mengenakannya setiap pekan adalah superstar Hungaria, Laszlo Kubala.
Kubala mungkin tidak terlalu dikenal dibandingkan dengan pemain-pemain besar lainnya di negaranya, termasuk Ferenc Puskas dan Sandor Kocsis, namun ia harus diakui sebagai salah satu pemain terbaik di generasinya.
Dia mencetak 281 gol untuk klub, dan, menjelang akhir kariernya, berkolaborasi dengan pemenang Ballon d'Or tahun 1960, Luis Suárez dan Evaristo, untuk mendominasi Spanyol di akhir tahun 50-an.
Ada masa jeda yang berkepanjangan pasca-Kubala, yang pergi pada tahun 1961. Selama 22 tahun berikutnya, ada 18 pemain Barcelona No. 10 yang berbeda, tetapi sebagian besar gagal naik ke level yang lebih tinggi dari yang pernah dicapai oleh para superstar sebelumnya.
Pemakai yang paling menonjol selama tahun-tahun yang penuh tantangan adalah Juan Manuel Asensi, seorang gelandang kreatif yang menghabiskan satu dekade bersama klub dan mencatatkan hampir 300 penampilan di liga. Asensi juga mencatatkan 41 caps untuk Spanyol.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
