
Penyerang Chelsea Nicolas Jackson. (Dok. Chelsea)
JawaPos.com-Nicolas Jackson mungkin sudah memainkan laga terakhirnya bersama Chelsea. Setelah dua musim penuh, 81 pertandingan, 30 gol, dan 12 assist, peluang bagi The Blues untuk melepasnya kini terbuka lebar.
Didatangkan sebagai penyerang mentah yang sebelumnya berposisi sayap kiri, Jackson meninggalkan Stamford Bridge dengan catatan yang terbilang layak, meski kerap membuat frustrasi. Dalam perjalanannya, dia mengoleksi 18 kartu kuning dan dua kartu merah yang cukup merugikan tim.
Momen krusial yang menjadi sorotan adalah dua kartu merah tersebut yang terjadi hanya dalam selang waktu sebulan. Saat itu Chelsea bertandang ke markas Newcastle United dalam laga penting perebutan posisi lima besar dan saat melawan Flamengo di ajang Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat di bawah cuaca ekstrem.
Bagi banyak pihak, insiden itu menjadi titik akhir kesabaran terhadap sang striker. Meski memiliki skill tertentu yang menonjol, Jackson dinilai belum memiliki naluri klinis layaknya penyerang top dunia.
Di usia 24 tahun, dengan karir level atas yang masih relatif muda, kekurangan ini memang bisa dimaklumi namun tetap saja sulit diterima oleh sebagian fans. Catatan peluang emas yang terbuang kerap menutupi sisi positif permainannya.
Contoh kemampuannya terlihat saat memberi assist untuk Pedro Neto di Piala Dunia Antarklub. Dalam momen itu, Jackson turun ke lini tengah, menarik bek lawan, lalu memutar badan di bawah tekanan untuk melepaskan umpan terobosan.
Pergerakan seperti ini jarang dimiliki penyerang lain. Dia piawai menahan bola, melepaskan diri dari kawalan, dan menciptakan situasi overload di lini depan. Namun, ketika berbicara soal insting di kotak penalti, Jackson masih kerap gagal.
Akurasi tembakannya tak konsisten, kaki kirinya jarang digunakan, pergerakannya melawan pertahanan rapat belum banyak berkembang, dan ia bukan ancaman utama di duel udara.
Padahal, Chelsea merekrutnya dengan biaya GBP 30 juta. Meski begitu, kontribusinya di Premier League tidak bisa diabaikan 24 gol dan 10 assist dari 75 pertandingan liga (59 kali menjadi starter, total lebih dari 5.000 menit).
Itu setara dengan rata-rata 0,41 gol per laga, 1 assist setiap lima laga, atau gabungan 0,61 kontribusi gol per 90 menit. Catatan ini semakin berarti karena hampir seluruhnya dia raih tanpa pelapis atau kompetitor yang memadai di lini depan. Dengan menit bermain lebih dari 2.500 per musim, Jackson bisa diandalkan mencetak 12-15 gol liga ditambah beberapa assist.
"Semua orang bilang saya terlihat seperti sudah lama bermain di sini. Awalnya berjalan sangat baik, tapi saya harus terus bekerja keras untuk selalu berkembang. Saya ingin membantu tim dan klub mencapai tujuan kami," ujar Jackson dalam salah satu wawancaranya yang dilansir dari Football London.
Kini, masa depan sang striker bergantung pada keputusan Chelsea apakah tetap memberinya kesempatan berkembang atau memanfaatkan momen ini untuk melepasnya dan mencari sosok baru di lini depan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
