
Timnas Paraguay lolos ke Piala Dunia 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Kebahagiaan besar tengah menyelimuti masyarakat Paraguay. Setelah absen selama 16 tahun, tim nasional mereka akhirnya kembali memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Kepastian itu datang setelah Paraguay bermain imbang 0-0 melawan Ekuador dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan di Stadion Defensores del Chaco, Asuncion, Jumat (5/9/2025).
Hasil imbang tersebut sudah cukup bagi “La Albirroja” untuk mengunci tiket lolos ke Piala Dunia.
Di klasemen kualifikasi zona Amerika Selatan saat ini mereka berada di nomer 6 dibawah Argentina, Brazil, Uruguay, Kolombia dan Ekuador.
Sorak-sorai suporter memenuhi stadion sepanjang laga, meski tidak ada gol yang tercipta. Namun, peluit panjang wasit justru menjadi tanda pesta besar bagi seluruh rakyat Paraguay.
Pencapaian ini terasa istimewa karena terakhir kali Paraguay tampil di Piala Dunia adalah pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Kala itu, mereka sempat mencuri perhatian dunia dengan penampilan heroik hingga perempat final sebelum dikalahkan Spanyol dengan skor tipis 1-0.
Nama-nama besar seperti Roque Santa Cruz yang bermain untuk Manchester City dan Nelson Valdez yang saat itu bermain di Borussia Dortmund masih segar di ingatan para penggemar sepakbola.
Setelah itu, perjalanan Paraguay selalu terjal, gagal menembus empat edisi Piala Dunia berikutnya.
Kini, penantian panjang itu berakhir. Presiden Paraguay, Santiago Peña, bahkan langsung merespons momen bersejarah ini dengan keputusan mengejutkan.
Ia menetapkan tanggal 5 September sebagai hari libur nasional untuk memperingati keberhasilan timnas Paraguay
Di balik sukses ini, ada peran besar pelatih asal Argentina, Gustavo Alfaro. Mantan juru taktik timnas Ekuador dan Kosta Rika itu datang dengan visi membangun tim yang lebih solid dan disiplin. Meski banyak yang meragukan, Alfaro mampu meramu keseimbangan antara pengalaman dan darah muda di skuadnya.
Dua nama yang mencuri perhatian adalah Antonio Sanabria, penyerang yang bermain untuk Cremonese di Serie A Italia, serta Diego Gómez, gelandang muda milik Brighton & Hove Albion. Keduanya menjadi tulang punggung permainan Paraguay sepanjang kualifikasi.
Begitu pertandingan usai, ribuan orang turun ke jalanan ibu kota. Kembang api menghiasi langit Asuncion, sementara klakson kendaraan tak berhenti berbunyi. Bendera merah-putih-biru berkibar di hampir setiap sudut kota. Banyak warga menyebut momen ini sebagai “pesta rakyat”.
Bagi Paraguay, lolos ke Piala Dunia 2026 adalah peluang emas untuk kembali menunjukkan eksistensi mereka di panggung tertinggi. Dengan turnamen yang jumlah pesertanya ditambah menjadi 48 tim, Paraguay berharap bisa melangkah lebih jauh, bahkan menyamai atau melampaui pencapaian mereka di Piala Dunial 2010.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
