
Bintang Liverpool, Dominik Szoboszlai kala menjadi maskot saat Ronaldo bermain di Portugal melawan Hungaria pada 2009. (The Sun)
JawaPos.com - Cristiano Ronaldo kembali mempunyai cerita unik dalam perjalanan karier panjangnya di level tertinggi sepak bola dunia. Kali ini, bintang berusia 40 tahun itu berhadapan dengan Dominik Szoboszlai, kapten Hungaria yang belasan tahun lalu pernah menemaninya masuk lapangan sebagai seorang anak maskot.
Pertemuan ini menjadi potret nyata betapa panjangnya perjalanan Ronaldo di sepak bola dan bagaimana generasi baru kini berdiri sebagai lawannya. Szoboszlai maskot pada laga kualifikasi Piala Dunia 2010 antara Hungaria melawan Portugal yang digelar di Stadion Ferenc Puskas, Budapest, tahun 2009.
Kala itu, Szoboszlai yang masih berusia delapan tahun berjalan di dekat idolanya, Cristiano Ronaldo, yang baru saja pindah ke Real Madrid dengan status megabintang. Kini, 16 tahun berselang, peran keduanya benar-benar berbeda, Ronaldo tetap menjadi kapten Portugal, sementara Szoboszlai berdiri di dekat sang idola sebagai kapten Hungaria.
Ronaldo dan Karir Panjangnya di Sepak Bola
Keistimewaan kisah ini tak lepas dari konsistensi Cristiano Ronaldo yang terus bertahan di level tertinggi meski sudah memasuki usia kepala empat. Di tengah banyak pemain seusianya yang memilih gantung sepatu, Ronaldo justru masih mampu tampil kompetitif bersama klubnya di Arab Saudi dan tetap menjadi tumpuan utama tim nasional Portugal.
Longevity atau ketahanan karier Ronaldo ini menghadirkan berbagai momen unik. Selain kini berhadapan dengan Szoboszlai yang pernah menjadi maskotnya, ia juga sempat bermain bersama generasi baru seperti Francisco Conceicao, putra dari Sergio Conceicao, pemain yang tempatnya ia gantikan di timnas Portugal pada 2003 silam. Sebuah lingkaran penuh yang menunjukkan betapa panjang jejak Ronaldo di timnas.
Szoboszlai Akhirnya Hadapi Sang Idola
Dominik Szoboszlai sendiri mengakui betapa istimewanya bisa berhadapan langsung dengan idolanya masa kecil. Pemain Liverpool itu menyebut pertemuan ini sebagai momen yang ia nantikan sejak lama.
"Saya sudah pernah bermain melawan banyak pemain hebat, tapi saya belum pernah melawan Cristiano Ronaldo. Sejak kecil dia adalah idola saya, jadi akhirnya waktunya tiba. Saya harap ini akan menjadi pengalaman yang positif," ujar Szoboszlai seperti dikutip dari The Sun, Rabu (10/9).
Transformasi Szoboszlai dari seorang anak kecil yang memandang Ronaldo dengan kagum, hingga kini bisa berhadapan dan berdiri sejajar di lapangan sebagai kapten timnas, menjadi bukti kuat bagaimana sepak bola terus melahirkan generasi baru.
Ronaldo Tetap jadi Inspirasi
Meski usianya tak lagi muda, Cristiano Ronaldo tetap menjadi magnet yang menyatukan generasi. Dari anak-anak yang dulu menemaninya masuk lapangan, kini beberapa sudah menjadi lawan atau bahkan rekan setimnya di level internasional. Itu pula yang membuat kisah ini terasa lebih emosional, karena di balik gol, assist, dan rekor, ada dampak besar Ronaldo terhadap perjalanan pemain lain.
Dengan Ronaldo masih berstatus kapten Portugal dan Szoboszlai memimpin Hungaria, laga keduanya bukan sekadar pertandingan kualifikasi, melainkan pertemuan lintas generasi yang jarang terjadi. Ronaldo yang dulu dipandang sebagai idola kini berdiri di sisi berlawanan, memperlihatkan kepada dunia bahwa dedikasi, kerja keras, dan komitmen pada sepak bola bisa membuat seorang pemain tetap relevan di tengah gempuran usia dan waktu.
Cristiano Ronaldo sekali lagi membuktikan bahwa kariernya bukan hanya soal jumlah gol dan trofi, tetapi juga tentang kisah-kisah inspiratif yang lahir di sekitarnya. Dari seorang anak kecil bernama Dominik Szoboszlai yang dulu memandangnya dengan mata berbinar, hingga kini menjadi kapten Hungaria yang berhadapan langsung dengannya, sepak bola menghadirkan momen yang tak pernah terduga. Ronaldo tetap abadi sebagai simbol perjuangan dan inspirasi, sementara Szoboszlai kini menulis babak baru dalam kariernya sendiri.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
